Makan Buah Ampuh Netralisir Lemak dan Kolesterol? Ini Faktanya

Ilustrasi sayuran
Ilustrasi sayuran
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Lebaran kerap dihujani dengan deret makanan lezat nan nikmat, namun tinggi lemak dan kalori yang berbahaya bagi tubuh. Mulai dari makanan mengandung santan seperti rendang dan opor ayam, hingga kue kering yang mengandung tinggi gula.

Tak heran, deret makanan lezat itu membuat lidah ketagihan namun justru kurang sehat bagi tubuh, apalagi jika dikonsumsi berlebihan. Nah, banyak pendapat yang menyebut bahwa lemak dan kalori berlebih itu dapat dinetralisir dengan mengonsumsi buah dan sayur. Benarkah?

"Perbanyak buah dan sayur untuk netralisir makanan berlemak kurang tepat sebenarnya. Jangan berpikir dia netralisir kolesterol. Buah dan sayur 'kan serat, akibatnya perut jadi kenyang. Keinginan makan enak-enak tadi jadi berkurang," tuturnya dokter spesialis penyakit dalam dr. Irsan Hasan SpPD, dalam acara Hidup Sehat tvOne, Kamis 5 Mei 2022.

Kue lebaran.

Kue lebaran.

Photo :

Makanan tinggi lemak dan kalori itu, kata dokter Irsan, dapat memengaruhi berbagai faktor di tubuh. Sebut saja, kenaikan kolesterol serta hipertensi. Bisa juga, peningkatan berat badan yang sebenarnya saat puasa sudah cukup ideal.

"Kebiasaan kita saat lebaran bukan hanya faktor balas dendam habis puasa tapi karena faktor silaturahmi, ditawari. Ini akan cenderung berlebihan bahkan setelah puasa," terangnya.

Untuk mencegahnya, dokter Irsan menyarankan agar tiap individu memahami kondisi tubuhnya. Apabila cukup sehat dan bugar, cukup menjaga makan agar tak berlebihan. Sementara jika sudah memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi dan diabetes, dianjurkan menjalani pola makan sehat berkaitan dengan pemeriksaan dini.