Jangan Abai, Dampak Debu dan Sampah Picu Asma Hingga Masalah Paru

Ilustrasi paru-paru/rontgen/x-ray.
Ilustrasi paru-paru/rontgen/x-ray.
Sumber :
  • Freepik/pressfoto

VIVA – Debu dan asap di udara dari bahan limbah mungkin mengandung berbagai polutan logam, kayu, plastik, dan bahan kimia. Mikroorganisme dapat tumbuh dengan cepat pada sampah organik seperti vegetasi dan sisa makanan, dan menjadi terbawa udara (disebut bio-aerosol) ketika sampah dikumpulkan dan ditangani, dan terutama ketika dikomposkan.

Sayangnya, banyak yang tak memahami dampak masalah sampah terhadap kesehatan paru-paru. Padahal, debu dan asap dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dikutip dari berbagai sumber, orang dengan asma memiliki saluran udara yang bengkak (meradang) dan "sensitif" yang menjadi sempit dan tersumbat oleh lendir lengket sebagai respons terhadap pemicu tertentu. Genetika, polusi, dan standar kebersihan telah diduga sebagai penyebabnya hingga mencetuskan gejala asma.

Ilustrasi kanker paru

Ilustrasi kanker paru

Photo :
  • Times of India

Sementara, PPOK terjadi ketika paru-paru menjadi meradang, rusak dan menyempit. Penyebab utamanya adalah merokok, meskipun kondisi tersebut terkadang dapat menyerang orang yang tidak pernah merokok.

Kemungkinan mengembangkan PPOK meningkat semakin banyak Anda merokok dan semakin lama Anda merokok. Namun, beberapa kasus PPOK disebabkan oleh paparan asap atau debu berbahaya dalam jangka panjang termasuk sampah. Lainnya adalah hasil dari masalah genetik langka yang berarti paru-paru lebih rentan terhadap kerusakan.

Pencegahan utama mengurangi sampah