Micin Ternyata Punya Manfaat untuk Lansia

Ilustrasi MSG.
Sumber :

VIVA – Asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) atau micin memiliki banyak sekali manfaat yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan selera makan lansia. 

img_title Singapura Naikkan Usia Pensiun Jadi 65 Tahun, Warga Bisa Kerja hingga Umur 70

Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik, yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lansia yang di antaranya terukur dari hasil analisa darah dan anthropometri pada sebuah studi bertajuk Elderly Project. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ajinomoto bekerjasama dengan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelitian Elderly Project, yang dikepalai oleh Dr. Toto Sudargo, M.Kes, dosen di Departemen Gizi FK-KMK UGM. 

img_title Dokter Zaidul Akbar Ungkap Kebiasaan saat Badan Kurang Fit, Air Mineral Cukup Dicampur Ini

Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, dan mineral tetapi rendah garam, gula, dan lemak, dapat meningkatkan status gizi pada lansia yang berujung pada peningkatan kualitas hidupnya. 

Ilustrasi garam, MSG dan gula.

Photo :
  • Pixabay/Stocksnap

img_title Kebakaran Rumah di Pesanggrahan, Wanita Lansia 80 Tahun Meninggal

Periode penilitian dilakukan pada Oktober 2021 - Januari 2022, dengan metode purposive sampling, dengan lokasi penelitian di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur, Yogyakarta. 

Menurut Dr. Toto, karena faktor usia hormon-hormon pengatur selera makan pada lansia cenderung sudah menurun, sehingga berpotensi menyebabkan lansia mengalami malnutrisi. Malnutrisi menunjukkan efek buruk yang dapat dialami pada sebagian besar lansia, yaitu kelemahan dan gangguan pada otot. 

“Study Elderly Project yang kami lakukan menunjukkan bahwa, setelah diberikan program pemberian makan pada lansia, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah," ujar Dr. Toto dalam keterangannya, Senin 6 Juni 2022. 

Dia melanjutkan, hal itu ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik yaitu sebesar 52.9 persen turun menjadi 23.5 persen, serta peningkatan pada kelompok normal dengan persentase yaitu 14.7 persen naik menjadi 47.1 persen. 

Ilustrasi lansia.

Photo :
  • Pixabay

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pendidikan gizi tentang pentingnya menjaga pola makan seperti mengurangi makanan manis mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan. Signifikansi kenaikan asupan protein terjadi pada kedua kelompok lansia pria dan wanita," ungkapnya. 

Menurut Toto, berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan, menu rendah garam dalam program pemberian makan terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, yaitu SBP (Systolic Blood Pressure) dan DPB (Dyastolic Blood Pressure). 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut