5 Efek Posisi Tidur Tidak Baik Bagi Kesehatan, Jangan Tengkurap!

Ilustrasi tidur.
Ilustrasi tidur.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Mungkin sebagian orang belum mengetahui dan memikirkan posisi tidur tidak baik untuk bagi tubuh. Ada juga kemungkinan besar saat kamu memiliki masalah kesehatan seperti insomnia, nyeri atau alasan lain, jadi kamu perlu bertanya. Posisi tidur ternyata sangat berdampak penting, terutama jika memengaruhi pernapasan.

Jadi apa efek buruk dari posisi tidur tidak baik? Bagaimana seharusnya kamu tidur untuk meredakan sakit punggung atau leher? Pada kali ini akan dibahas sejumlah efek buruk dari posisi tidur yang tidak baik bagi kesehatan. Melansir dari Verywellhealth, berikut ini posisi tidur tidak baik dan berefek buruk pada kesehatan.

1. Telentang

Ilustrasi menguap / mengantuk / tidur.

Ilustrasi menguap / mengantuk / tidur.

Photo :
  • Pixabay/ victoria_borodinova

Mereka yang mengalami gangguan bernapas saat tidur mungkin berbaring telentang dapat memperburuk keadaan. Telentang juga dapat menyebabkan suara dengkuran menjadi lebih keras.

Penyumbatan hidung dan pernapasan mulut memungkinkan rahang bawah dan lidah lebih mudah bergeser ke belakang dan menghalangi jalannya napas. Hal tersebut dapat menyebabkan sleep apnea, jeda dalam bernapas saat tidur.

Terdapat sejumlah masalah kesehatan yang bisa memburuk akibat sleep apnea saat posisi tidur telentang, diantaranya sebagai berikut: 

  • Buang air kecil di malam hari (nokturia)
  • Menggertakkan atau mengepalkan gigi (bruxism)
  • Sakit maag/gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Risiko gagal jantung

2. Miring ke kiri

Ilustrasi tidur.

Ilustrasi tidur.

Photo :
  • U-Report

Posisi tidur miring ke kiri ini tidak dapat dilakukan untuk semua orang. Saat tidur dengan posisi miring ke kiri, organ-organ di dada bisa bergeser dengan gravitasi. Paru-paru mungkin sangat membebani jantung.

Peningkatan tekanan ini dapat mempengaruhi fungsi jantung, menambah ketegangan jantung pada gagal jantung. Ada mungkin pada nantinya pada ginjal meningkatkan output dan menyebabkan kamu lebih banyak terbangun untuk buang air kecil di malam hari.

Tekanan pada saraf di lengan atau kaki kiri dapat menyebabkan masalah lain. Tidur dalam posisi ini dapat menyebabkan nyeri bahu, punggung bawah dan pinggul dalam jangka panjang.

3. Miring ke kanan

Ilustrasi wanita tidur.

Ilustrasi wanita tidur.

Photo :
  • U-Report

Saat posisi tidur miring ke kanan, dengan gravitasi yang menggeser organ dalam ke kanan, paru-paru kanan mungkin akan merasakan tekanan. Hal tersebut akan mengurangi kemampuan paru-paru untuk mengisi udara, dan volume yang lebih rendah ini dapat menyebabkan masalah. Tingkat oksigen yang lebih rendah dan ketegangan pada sistem kardiovaskular dapat mempengaruhi masalah kesehatan terkait pada seseorang. 

Tekanan pada saraf lengan atau kaki kanan dapat menyebabkan cedera kompresi atau neuropati. Seperti halnya tidur miring ke kiri, tidur dengan posisi miring ke kanan dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri bahu, punggung bawah dan pinggul kanan.

4. Tengkurap

Ilustrasi tidur.

Ilustrasi tidur.

Photo :
  • U-Report

Efek tidur tengkurap yang pertama tentu dapat menyebabkan sakit leher. Selain itu juga dapat menyebabkan ketegangan pada otot bahu dan punggung atas. Tekanan pada saraf di lengan atau tangan dapat menyebabkan masalah.

Mungkin kamu akan lebih sulit untuk bernapas dengan beban tubuh yang menekan paru-paru dan membatasi gerakan tulang rusuk serta diafragma, yang berada tepat di bawah paru-paru.

5. Terduduk atau kepala terangkat

Ilustrasi bangun tidur.

Ilustrasi bangun tidur.

Photo :
  • Freepik/jcomp

Dengan posisi tidur seperti ini, kamu hampir tidak mungkin untuk mengubah posisi tidur lagi. Kamu tidak dapat tidur menyamping dengan baik saat kepala terangkat dan membentuk seperti sudut di malam hari dan tidak mungkin untuk tidur dalam posisi tengkurap. Masalah dengan tidur telentang mungkin masih terjadi, terutama jika terjadi pernapasan mulut.