Terlalu Sering Konsumsi Ikan Asin Bisa Sebabkan Kanker

Peningkatan Produksi Ikan Asin
Peningkatan Produksi Ikan Asin
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Makna Zaezar

VIVA Lifestyle – Ikan asin menjadi salah satu makanan yang menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia. Dikonsumsi dengan nasi hangat dan sambal cocol, santapan ini bisa menggoyang lidah dan bikin ketagihan.

Namun, jika mengonsumsinya terlalu berlebihan ternyata dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satunya adalah kanker, mengapa demikian? Spesialis penyakit dalam, Prof. DR. dr. Aru Wicaksono Sudoyo, SpPD-KOHM, FINASIM, FACP menjelaskan bahwa makanan yang diolah dan diproses secara tidak baik seperti sosis hingga ikan asin akan menghasilkan senyawa nitrosamin yang bersifat karsinogenik atau pemicu sel kanker.

"Daging atau makanan yang diolah dan diproses secara tidak baik ataupun yang diproses secara umum seperti daging diproses sosis, menggunakan bahan nitras. Nitras itu bahan karsinogenik menghasilkan nitrosamin. Ikan yang diproses menjadi ikan asin juga menghasilkan nitrosamin," kata dia dalam virtual conference, Kamis 23 Juni 2022.

Pekerja memasak ikan yang diasinkan di sentra pengolahan ikan asin, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 23 April 2019.

Pekerja memasak ikan yang diasinkan di sentra pengolahan ikan asin, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa, 23 April 2019.

Photo :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pengolahan ikan asin itu bisa menyebabkan kanker lambung. Namun di Indonesia, lebih banyak didiagnosis kanker nasofaring, lantaran kebanyakan orang Indonesia mengonsumsi ikan asin dengan nasi panas.

"Akan menyebabkan kanker terutama lambung, di Indonesia paling banyak kanker nasofaring. Kenapa? Karena ikan asin dan nasi panas, nasi panas ada uap yang naik ke rongga hidung membawa zat nitrosamin itu," kata dia menjelaskan.

Meski begitu, ikan asin bukan menjadi penyebab satu-satunya kanker nasofaring. Ia menyampaikan bahwa 90 persen penyebab kanker adalah gaya hidup, seperti kebiasaan merokok, hingga konsumsi alkohol.

"Jangan makan ikan asin banyak-banyak tapi ada beberapa hal prosesnya. Kita ekspor ikan asin ke Hong Kong mereka cek kalau kandungan nitrosaminnya tinggi ditolak, artinya ada ikan asin bagus dan tidak, karena kita tidak tahu apakah bagus atau tidak ikan asin, jadi kita jangan banyak-banyak," kata dia.