Gejala Tak Biasa Cacar Monyet, Ruam di Anus dan Kelamin

cacar monyet
cacar monyet
Sumber :
  • pixabay

VIVA Lifestyle – Kasus cacar monyet atau monkeypox terus menjadi perhatian serius dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan lebih dari 3.400 kasus cacar monyet yang di terkonfirmasi dengan satu pasien meninggal dunia. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 40 negara nonendemik cacar monyet telah mengumumkan kasus pertama di wilayah mereka.

Meningkatnya kasus cacar monyet atau monkeypox ini membuat masyarakat semakin waspada terhadap gejala-gejala umum dari kasus ini. Tetapi, baru-baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah memperingatkan adanya gejala tak biasa dari kasus monkeypox. Mengutip dari laman Live Science, virus  monkeypox termasuk dalam keluarga dan genus yang sama dengan virus yang menyebabkan cacar dan memicu gejala yang serupa, tetapi lebih ringan, menurut CDC.

Pada awal infeksi, orang biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening dan kelelahan. Kemudian ruam khas yang terkait dengan cacar monyet mulai muncul. Ruam ini biasanya berkembang melalui beberapa tahap, awalnya tampak seperti bercak kulit yang berubah warna, kemudian timbul benjolan, kemudian melepuh dan akhirnya bintik besar berisi nanah, dan akhirnya, lesi kulit ini berkeropeng dan rontok.

Secara historis, ruam cacar monyet cenderung muncul di sekitar wajah dan di rongga mulut, dan kemudian dapat berkembang ke ekstremitas, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Namun, beberapa kasus cacar monyet baru-baru ini di AS telah menyimpang dari pola ini, CDC melaporkan.

Gambar virus cacar monyet lewat miskroskop

Gambar virus cacar monyet lewat miskroskop

Photo :
  • Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via AP

Banyak ruam yang terjadi pada pasien AS awalnya muncul di sekitar alat kelamin dan anus, serta jaringan yang melapisi mulut. Pada beberapa pasien, ruam ini menyebabkan nyeri pada anus dan rektum, pendarahan rektum, peradangan yang menyakitkan pada lapisan rektum (proctitis) dan sensasi harus buang air besar saat usus kosong (tenesmus). Gejala-gejala ini tidak termasuk dalam deskripsi khas cacar monyet.

Dalam beberapa kasus, ruam pasien telah tersebar atau terlokalisasi ke situs tubuh tertentu, selain dari wajah dan ekstremitas, catat CDC. Ruam dalam berbagai tahap perkembangan terkadang muncul berdampingan satu sama lain di tempat tubuh yang sama. Dan gejala seperti flu yang biasa berupa demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan tidak selalu terjadi sebelum ruam jika sudah terjadi sama sekali.