Kemenkes: Imunisasi Menurun Rentan Picu Wabah Penyakit

Ilustrasi imunisasi.
Ilustrasi imunisasi.
Sumber :
  • Pixabay/dfuhlert

VIVA Lifestyle – Pandemi COVID-19 yang berlangsung selama dua tahun memberi dampak pada berbagai sektor kesehatan, termasuk imunisasi dasar lengkap yang menurun drastis pada bayi. Ada lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021.

Pada 2020 target imunisasi sebanyak 92 persen sementara cakupan yang dicapai 84 persen. Pada 2021 imunisasi ditargetkan 93 persen namun cakupan yang dicapai 84 persen.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat terlihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I dan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah.

“Bila kekurangan cakupan imunisasi ini tidak dikejar, maka akan terjadi peningkatan kasus yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi,” katanya pada konferensi pers secara virtual bersama Sanofi, baru-baru ini.

Ilustrasi Imunisasi

Ilustrasi Imunisasi

Photo :
  • ANTARA FOTO/Asep/Fathulrahman

Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), M.Si mengatakan setiap tahun ada ancaman campak rubella dan difteri sejak tahun 2007 sampai 2022. Ia menyebut di tahun 2021 ada 25 provinsi dengan kasus rubela meningkat.

Penyakit campak berbahaya bagi bayi, balita, dan anak sekolah. Bukan sekadar demam, batuk, pilek, sesak, bintik merah tapi ada radang otak. Tahun 2012 sampai 2017 ada 571 bayi dengan kasus radang otak.