Jangan Sepelekan, Kurang Serat Bisa Sebabkan Depresi Hingga Diabetes

Makanan berserat
Makanan berserat
Sumber :
  • pixabay

VIVA Lifestyle – Mobilitas yang tinggi menuntut segala hal serba cepat dan membuat kita akhirnya memilih sesuatu yang instan, termasuk soal makanan. Yang akhirnya setiap hari kita banyak mengonsumsi makanan instan yang mengandung lemak, minyak, karbohidrat, gula, tanpa memikirkan gizi dan serat harian yang masuk. 

Padahal, banyak sekali dampak kurang baik yang ditimbulkan dari konsumsi makanan-makanan itu. Sebut saja obesitas hingga peningkatan risiko diabetes. Salah satu penyebabnya adalah karena tubuh kekurangan asupan serat.  

Serat termasuk dalam salah satu jenis nutrisi yang memiliki peranan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Saat tubuh kekurangan serat, gejala yang akan ditimbulkan sering kali tidak disadari. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kebutuhan serat harian kita dalam 1 hari adalah sekitar 25-30 gram. Hal itu setara dengan 5 kepalan tangan kita atau sekitar 2-3 mangkuk sayur. 

Serat

Serat

Photo :
  • times of india

Namun faktanya, mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, setidaknya lebih dari 90 persen penduduk di Indonesia mengalami kekurangan serat. Lalu, adakah dampak lain jika asupan serat tidak terpenuhi? 

Penambahan berat badan
Dilansir Eat This, jika dibandingkan dengan makronutrien lainnya, termasuk lemak baik seperti asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal, serat makanan dapat membantu meningkatkan penurunan berat badan. Jadi, dapat disimpulkan, kurang asupan serat, bisa menimbulkan dampak sebaliknya.

Peningkatan risiko depresi
Ya, kesehatan usus mungkin terkait dengan kondisi emosional Anda. Peneliti medis dari Masyarakat Menopause Amerika Utara (NAMS) melihat kemungkinan hubungan antara serat makanan dan wanita dari berbagai usia dan tahap kehidupan.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 5800 wanita dan diterbitkan dalam jurnal Menopause, menemukan bahwa risiko depresi pada wanita pramenopause dapat dipengaruhi oleh konsumsi serat mereka.

Ilustrasi depresi.

Ilustrasi depresi.

Photo :
  • Pixabay

Peningkatan kadar gula darah
Dalam sebuah meta analisis yang meneliti hasil dari 18 penelitian, penulis dari Cambridge University, memerhatikan bahwa para sukarelawan yang mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi, kebanyakan dari sereal dan sayuran, setiap hari rata-rata 26 gram, mengurangi risiko mereka terkena diabetes tipe 2, sebesar 18 persen dibanding dengan mereka yang mengonsumsi sedikit serat (19 gram atau kurang). 

Menurut Marketing Manager, Mr. Jerry Bolang, kondisi ini yang akhirnya membuat PT. Avail Elok Indonesia pada September 2019 menghadirkan Nutrashake sebagai suplemen serat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan serat harian kita. 

Menurutnya, Nutrashake juga telah mengantongi izin dari BPOM RI dan Halal MUI sejak awal diedarkan.  Nutrashake, merupakan suplemen fiber yang tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi asupan serat, tetapi juga memiliki sederet manfaat yang bisa didapat jika rutin mengonsumsinya. 

Dr. Bumi Caraka selaku Product Consultant PT. Avail Elok Indonesia, menambahkan, selain untuk melancarkan buang air besar, Nutrashake juga bermanfaat menjaga kadar gula darah dalam tubuh, menjaga kadar kolesterol dalam batas normal dan dapat membantu dalam menjalankan program diet.

"Nutrashake mengandung 5 bahan alami yaitu lemon, inulin, kiwi, aloe vera dan psyllium husk. Vitamin C dan antioksidan di sari lemon pada Nutrashake, mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit," paparnya.