Terungkap, Ini 5 Alasan Ilmiah Payudara Perempuan Berukuran Besar

Ilustrasi payudara
Ilustrasi payudara
Sumber :
  • Pixabay/ Foundry

VIVA Lifestyle – Mungkin kamu sering bertanya-tanya mengapa payudara perempuan berukuran lebih besar ketimbang laki-laki. Bahkan, bila dibandingkan dengan primata atau mamalia betina lain, payudara perempuan memiliki ukuran berbeda. Secara biologi, mamalia merupakan hewan yang menyusui termasuk di dalamnya primata. 

Manusia atau Homo Sapiens juga dekat dengan primata dan menyusui. Tapi, tahukah kamu bahwa hanya manusia yang memiliki payudara permanen. Menurut penelitian, ada lebih dari 5.000 spesies mamalia di Planet Bumi tapi tidak ada satu pun yang memiliki payudara permanen layaknya seorang manusia. 

Ternyata, semua spesies mamalia hanya mempunyai payudara sementara termasuk sapi. Payudara sementara ini artinya hanya berfungsi ketika hamil dan membesarkan anak. Tujuan utamanya adalah untuk memproduksi susu untuk anak yang baru dilahirkan. Ketika itu, payudara mamalia akan membesar. 

Setelah susu tidak ada, anak mamalia sudah tumbuh besar, dan tidak lagi menyusui, maka payudara induk akan menghilang. Setelah diteliti oleh Tim Caro Universitas Cambridge dalam riset tahun 1987 yang bertajuk Human Breasts: Unsupported Hypotheses Reviewed, ada beberapa alasan payudara perempuan tetap membesar. 

1. Daya Tarik Seksual untuk Pria

Hubungan seks

Hubungan seks

Photo :
  • times of india

Tidak bisa dipungkiri bahwa payudara perempuan menjadi daya tarik tersendiri untuk kaum pria. Tidak sedikit dari mereka bahkan terangsang secara seksual saat memerhatikan payudara perempuan. Karena itu, berbagai teori dan studi pun dilakukan untuk mengungkap hal tersebut. Para ahli berlomba-lomba untuk menjelaskan fenomena unik tersebut. 

Tapi, teori yang sudah ada masih menjadi perdebatan sampai saat ini. Karena, masih belum diketahui dengan pasti apakah payudara dipuja secara universal oleh pria. Laman Live Science mengatakan bahwa evolusi sudah menempatkan organ reproduksi perempuan dan pria untuk menarik satu sama lain, termasuk payudara sebagai daya tarik seksual. 

2. Tanda Kondisi Reproduksi

Ilustrasi payudara

Ilustrasi payudara

Photo :
  • Pixabay/ Foundry

Sedangkan teori lain mengatakan, evolusi mengubah payudara sebagai cara perempuan untuk memberi sinyal kepada pria bahwa ia mempunyai nutrisi cukup sehingga menjadikannya kandidat pasangan ideal untuk bereproduksi. Lalu, dalam Proceedings of the Royal Society mengatakan, bahwa payudara besar mempunyai kadar hormon estradiol mid-cycle yang tinggi. 

Hormon ini diketahui bisa meningkatkan kesuburan seseorang. Kemudian dalam sebuah riset yang dibagikan di laman Science Direct menemukan, pria lebih suka payudara berukuran besar dan rasio pinggang sampai pinggul yang melengkung ala jam pasir, sebuah bentuk tubuh yang menyampaikan kesan muda dan kesuburan. 

3. Persiapan Alami Seorang Ibu Sebelum Anaknya Lahir

Ibu menyusui

Ibu menyusui

Photo :
  • flickr

Selama masa kehamilan, perubahan kadar hormon kehamilan seperti hormon progesteron, estrogen, dan prolaktin akan mengakibatkan perubahan pada bentuk payudara sebagai persiapan untuk masa menyusui. Kelenjar susu akan memperoleh rangsangan untuk memproduksi ASI pada masa menjelang persalinan. 

4. Memudahkan Bayi untuk Menyusu

Ibu menyusui

Ibu menyusui

Photo :
  • Dokumentasi

Ketika menyusui, kadar hormon estrogen dan progesteron akan mengalami penurunan dan digantikan dengan hormon prolaktin. Hormon ini berperan dalam memproduksi ASI dan membuat payudara menjadi lebih padat, kencang, dan besar. Puting payudara juga akan membesar serta warna areolanya akan menjadi lebih gelap. 

Lantaran ditentukan oleh jumlah jaringan lemak, ukuran dan bentuk payudara setiap perempuan akan berbeda-beda. Jadi, kamu tidak usah khawatir bila payudara tidak membesar selama masa menyusui. Sebab, ukuran payudara tidak menentukan kemampuan kamu dalam memproduksi susu atau menyusui. 

5. Membuat Ibu Panjang Umur

Kanker payudara

Kanker payudara

Photo :
  • https://news.ubc.ca/

Kamu mungkin mengira bahwa lika-liku kehidupan sebagai seorang ibu rumah tangga dipenuhi dengan tekanan dan memperpendek usia. Bagaimana bisa hidup tentram dan panjang usia bila setiap hari kita kurang tidur lantaran bayi masih sering terbangun di malam hari, anak tidak mau makan, nilai jeblok, dan masih banyak yang lainnya. 

Namun, kamu tidak usah khawatir karena menurut studi yang dimuat di BMC Medicine, para ibu memiliki peluang sebanyak 20% panjang umur ketimbang perempuan yang tidak mempunyai anak. Studi ini dilakukan oleh sekelompok peneliti dari The Imperial College London selama 13 tahun kepada 322.972 wanita di 10 negara Eropa. 

Dalam waktu 13 tahun, sekitar 14.383 wanita meninggal dunia, sebagian besar karena kanker (6000 orang) dan penyakit jantung (2400 orang). Dari data ini, peneliti menyimpulkan bahwa wanita yang memiliki anak 5 kali berpeluang hidup lebih lama. Sementara wanita yang menjadi ibu di usia 20-an mempunyai kondisi tubuh yang lebih sehat.