Pakar: Belum Ada Studi BPA Sebabkan Kemandulan dan Kanker
- Pixabay
Kepala BPOM pun mengakui bahwa studi BPA ini baru bersifat indikatif dan kausalitasnya (hubungan sebab akibatnya) belum jelas. Menurut Nugraha, selama ini penelitian lebih banyak yang menyatakan penyebab kemandulan adalah karena faktor keturunan, makanan, minuman beralkohol, dan merokok.
Begitu juga dengan kaitan BPA dengan penyakit kanker. Nugraha mengatakan, masih belum ada studi yang menyatakan hal itu. Termasuk hasil studi meta analisis yang terakhir pada 2021. Menurutnya, itu juga masih menunjukkan tidak adanya hubungan BPA dengan penyebab kanker.
"Makanya, orang yang ingin meningkatkan status BPA itu menjadi karsinogen belum bisa dibuktikan sampai sekarang,” tuturnya.
Ilustrasi sel kanker.
- Freepik
Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa atau The European Food Safety Authority (EFSA) yang melakukan evaluasi ulang risiko BPA hingga kini belum menyimpulkan bahwa BPA itu penyebab kanker, dan masih melakukan kajian yang lebih luas lagi.
Sebelumnya, Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo, SpOG., juga mengatakan, diperlukan penelitian antar center untuk benar-benar membuktikan bahwa BPA bisa menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan pada sistem reproduksi pria dan wanita. Menurutnya, kalau baru info awal dan belum berbasis bukti yang level of evidence-nya kuat, perlu berhati-hati untuk menyampaikannya ke publik.
“Itu masih butuh riset multi center, saya kira agar menjadi bukti yang kuat,” ucapnya.
Dia mengatakan minuman yang mengandung alkohol lebih berpotensi sebagai penyebab terjadinya infertilitas. Hal itu disebabkan minuman ini bisa memengaruhi pembentukan sel telur dan sperma.
Ilustrasi minuman beralkohol.
- Pixabay/Pexels
“Minuman beralkohol itu merusak lever. Sebetulnya, proses pembentukan sel telur atau sperma itu dipengaruhi oleh hormon dari lever. Jadi, kalau kecanduan alkohol terlalu berat, akan terjadi gangguan pada fungsi lever sehingga pembentukan sel telur dan sperma juga terganggu. Jadi, sepanjang tidak mengandung alkohol, makanan dan minuman itu tidak masalah untuk fertilitas,” ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP juga mengatakan belum ada bukti BPA menyebabkan penyakit kanker. Menurutnya, 90-95 persen kanker itu dari lingkungan atau environment.