Fakta dan Mitos Seputar Daging Kambing

Ilustrasi daging kambing.
Sumber :
  • Freepik/dashu83

Namun, daging kambing mengandung protein dan kalium yang cukup tinggi, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu kinerja ginjal.  

img_title Fakta Mengerikan Terbongkar! Taufik Hidayat Paksa Korban Penyekapan 3 Tahun Membuat Tato Nama dan Gambar Wajahnya

Faktanya, daging kambing juga mengandung zat anti-inflamasi dan anti-radang yang baik bagi tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Daging kambing ini sebenarnya ada kandungan Omega3, meskipun jumlahnya kecil tidak seperti ikan laut dalam. Tapi juga mengandung zat anti-inflamasi dan anti-radang," tutur dr. Raissa.

img_title Satu per Satu Fakta Terungkap, Piala Dunia 2026 Mulai Mendapatkan Kecaman!

Mengonsumsi daging kambing ternyata juga dapat membantu tubuh membakar lemak karena makan daging kambing dapat memicu kinerja metabolisme sehingga menimbulkan rasa panas di tubuh.

"Karena menghasilkan efek panas, bisa membakar kalori dan lemak. Tapi sebaiknya jangan abis makan ini malam-malam langsung tidur. Jadi tetap waktu makannya diperhatikan ya," ujar dr. Raissa.

Fakta selanjutnya adalah bahwa daging kambing dapat membantu mencegah anemia, khususnya untuk ibu hamil dan wanita menstruasi. Hal ini disebabkan karena daging kambing kaya akan zat besi dibandingkan dengan daging lainnya.

Selain itu, daging kambing juga dapat membantu meredakan stres dan depresi. Kandungan B12 dan asam folat dalam daging kambing bekerja untuk meredakan depresi dan meningkatkan hormon serotonin.

Cara masak daging kambing
Agar mendapatkan manfaat yang maksimal dan mencegah penyebab penyakit, penting untuk diketahui cara mengolah daging kambing dengan benar.

img_title Pengacara Minta Hakim Pertimbangkan Sikap Kooperatif Terdakwa Perkara Suap Impor Blueray

Pertama, daging kambing perlu dimasak secara perlahan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.

Sate kambing yang dibakar dengan suhu tinggi, menurut dr. Raissa, sebenarnya kurang diasarankan. Apalagi dengan bagian-bagian gosongnya yang dapat memicu kanker.

"Jadi paling bagus contohnya di suhu cooker, dengan penambahan bumbu yang minimal," tutur dr. Raissa.

Biasanya, karena aroma daging kambing yang menyengat maka akan diberi banyak bumbu racikan yang berlebihan. Justru, hal tersebut tidak disarankan karena akan menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kolestrol.

Penggunaan minyak, mentega, santan, atau bahan lain yang berlebih dalam mengolah daging kambing dapat mengubah daging yang menyehatkan itu menjadi pemicu segala penyakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, pilihlah bagian 'daging' kambing, hindari bagian lemak dan jeroannya.

Bagi penderita penyakit tertentu, sebaiknya membatasi makan daging kambing hanya sebanyak 200 gram per minggu sedangkan untuk orang yang sehat tanpa riwayat penyakit sebaiknya 300 gram per minggu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut