Didominasi Kaum Pria Muda, Ini Alasan Cacar Monyet Mudah Menular

Vaksin cacar monyet diberikan kepada seorang pria di Barcelona, Spanyol
Vaksin cacar monyet diberikan kepada seorang pria di Barcelona, Spanyol
Sumber :
  • AP Photo/Francisco Seco

VIVA Lifestyle – Cacar monyet menjadi salah satu penyakit yang kian meresahkan dan disorot lantaran tingginya kasus di berbagai negara. Meski di Indonesia belum terdeteksi, namun cacar monyet sudah ada di negara tetangga yakni Singapura dengan 10 kasus.

Cacar monyet sebenarnya bukan penyakit baru, namun sifat virus tersebut jauh berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya, yang dinilai jauh lebih menular. Meski bisa disebabkan banyak faktor namun Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Robert Sinto, menyebutkan virus Monkeypox telah bermutasi dengan sangat cepat yang bisa berdampak pada cara penularannya.

Data tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Amerika Serikat, bahwa di tahun 2022 rata-rata ditemukan 50 mutasi strain baru Monkeypox dibandingkan dengan tahun 2018 sampai 2019.

Mutasi ini, kata dr. Robert terlihat dari perbedaan karakteristik antara Monkeypox di negara endemis seperti Kamerun, Benin, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Ghana (hanya diidentifikasi pada hewan), Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, dan Sierra Leone dengan negara non endemis.

cacar monyet

cacar monyet

Photo :
  • pixabay

“Itu kenapa muncul hipotesis mengapa tampilan klinisnya agak berbeda dengan tampilan klinis yang kita temukan di Afrika dalam beberapa bulan terakhir,” kata dokter Robert Sinto pada keterangan pers “Update Perkembangan Cacar Monyet di Indonesia yang disiarkan secara daring.

Gejala dan Kelompok Berbeda

Dikatakan Robert, sebelumnya gejala Monkeypox di negara endemis terlihat dari lesi kulit yang menyebar di seluruh tubuh. Namun setelah terjadi mutasi, lesi kulit hanya terlihat di beberapa bagian tubuh saja seperti mulut, telapak tangan, muka, dan kaki.

Perbedaan lainnya, Monkeypox di Afrika dapat menginfeksi semua kelompok umur mulai dari anak-anak hingga lansia. Sementara karakteristik Monkeypox di negara non endemis, kasus Monkeypox didominasi oleh laki-laki dengan rata-rata usia sekitar 37 tahun.

“Meski banyak dialami laki-laki, namun penyakit ini tidak segmented. Semua orang memiliki potensi tertular virus ini. Saat ini masih dilakukan penelitian oleh WHO,” lanjut dokter Robert.

Cacar monyet

Cacar monyet

Photo :
  • The Sun

Selain menyebabkan perubahan karakteristik virus, strain baru Monkeypox diduga juga mengubah cara penularan sehingga lebih cepat menular. Hal ini menyebabkan kenaikan kasus yang signifikan di berbagai negara.

Berdasarkan data WHO per 27 Juli 2022, Monkeypox telah menginfeksi sekitar 17.150 orang di 75 negara dengan tingkat kematian mencapai 11 persen. Angka ini mulai meningkat pada Juli 2022.