Ternyata, Ini Penjelasan Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan

Ilustrasi pil/obat.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA Lifestyle – Saat kita sakit dan akan menjalani perawatan penyembuhan, biasanya, dokter akan menyuruh kita untuk mengonsumsi antibiotik sebagai salah satu obat yang harus dikonsumsi. Dokter pun akan mewajibkan kita untuk menghabiskan antibiotik tersebut.

img_title Sering Minum Antibiotik Tanpa Resep? Hati-hati, Bisa Bikin Infeksi Makin Sulit Diobati

Namun, pernahkan bertanya - tanya, padahal tubuh sudah merasa sehat dan tak sakit lagi, namun antibiotik harus tetap dihabiskan. Mengapa demikian? Sebenarnya, hal ini bukan hanya "anjuran" dokter semata atau memang agar dokter bisa menjual antibiotik tersebut dengan jumlah banyak, namun ada penjelasan lebih lanjut dibaliknya. Simak penjelasannya berikut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi antibiotik.

Photo :
  • U-Report

img_title MDP Watch, MGBKI dan PDUI Sambut Baik Putusan MA Gugurkan Puluhan Pasal Aturan Kesehatan

Antibiotik adalah obat untuk membantu menghentikan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Obat ini bekerja dengan cara melawan bakteri sekaligus mencegah bakteri berkembang biak di dalam tubuh.

Berdasarkan pedoman Organiasi Kesehatan Dunia atau WHO, menyebutkan antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Mereka bekerja dengan membunuh bakteri atau mencegahnya menyebar.

img_title Profesor UCL Ungkap Kunci Ketahanan Kesehatan, Pencegahan Penyakit Perlu Dimulai Sejak Dini

Melansir Mayo Clinic, setiap obat antibiotik dari dokter perlu dihabiskan agar pengobatan tuntas. Alasan di balik kenapa antibiotik harus dihabiskan adalah terkait dengan efektivitas obat. Apabila pengobatan antibiotik mandek atau berhenti di tengah jalan, infeksi bakteri yang belum tuntas sewaktu-waktu dapat kambuh atau tak tuntas sepenuhnya. 

Selain itu, Melansir dari NHS, menghentikan konsumsi antibiotik sebelum sesi pengobatan selesai bisa meningkatkan risiko bakteri kebal terhadap pengobatan di masa mendatang. Akibatnya, bakteri bisa terus hidup dan berkembang biak di dalam tubuh dengan membawa kekebalan dari obat antibiotik. Kondisi ini dikenal dengan resistensi antibiotik.

Saran medis yang diberikan saat ini mengharuskan mengonsumsi antibiotik hingga habis seperti yang sudah diresepkan dan direkomendasikan oleh tenaga kesehatan profesional, meskipun merasa kondisi sudah lebih baik.  

Ilustrasi obat antibiotik.

Photo :
  • U-Report

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biasanya, selain karena merasa sudah membaik, alasan orang untuk enggan menghabiskan antibiotik adalah durasinya yang terlalu panjang serta takut terhadap efek sampingnya. 

Terkait hal ini, WHO menyebut sudah banyak bukti yang bermunculan yang menunjukkan penggunaan antibiotik dalam waktu yang lebih singkat bisa jadi sama efektifnya dengan penggunaan yang lebih lama terhadap beberapa infeksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut