Gaya Seks Leapfrog, Sensasi Nikmat Hingga Klimaks di Ranjang

ilustrasi hubungan seks
ilustrasi hubungan seks
Sumber :
  • dailystar

VIVA Lifestyle – Gaya baru saat bercinta bisa menjadi salah satu variasi yang menyenangkan untuk membangun keintiman dengan pasangan. Apalagi, gaya seks yang didambakan ini mudah dilakukan namun menyuguhkan kenikmatan yang berkali lipat bagi pasangan suami istri. Penasaran?

Ya, kita sedang membicarakan posisi seks. Dan jika Anda bosan dengan gaya doggie, maka "Leapfrog" bisa segera menjadi favorit baru Anda.

Gaya seks leapfrog tersebut mungkin terinspirasi dari posisi katak yang sedang jongkok, di mana pasangannya 'menindih' dari belakang.

Nah, bila Anda dan pasangan ingin merasakan sensasi nikmat nan bergairah di malam nanti, boleh coba variasi gaya Leapfrog ini. Bagaimana posisi seks Leapfrog dilakukan?

Menurut seorang ahli seks di Kesehatan Wanita, gaya satu ini ideal untuk seks antara pasangan suami istri yang tak ingin mencoba hal yang rumit.

Untuk menyempurnakan posisi, Anda harus bertumpu pada tangan dan lutut, bak katak yang bersiap untuk lompat. Lalu, sambil menjaga pinggul tetap terangkat, letakkan kepala dan lengan di tempat tidur.

Apa manfaat dari posisi leapfrog?

Bonus tambahan dari gerakan khusus ini adalah menciptakan penetrasi yang jauh lebih dalam. Plus, itu bahkan memberi pasangan kesempatan untuk mengistirahatkan kepala mereka di atas bantal.

Bagaimanapun, ini adalah gaya yang sempurna untuk dicoba!

Apa saja variasi dari posisi leapfrog?

Setelah Anda menguasai posisinya, jangan ragu untuk mengubahnya sedikit agar mendapat kejutan hangat.

Gaya katak lain yang fokus pada mulut, bekerja dengan cara yang sama di mana pasangan penerima membungkuk ke posisi berlutut sementara pasangan pemberi dapat melakukan seks oral dari belakang.

Sama juga dengan 'katak jongkok', adalah alternatif yang menyenangkan yang mengharuskan pasangan berlutut untuk mendorong diri mereka ke jongkok menggunakan tangan mereka untuk memberi mereka keseimbangan.

Dari posisi ini, istri lebih dapat mengontrol penetrasi. Seru, bukan?