Bahaya Sindrom Mata Kering, Dokter Ungkap Akibatnya Jika Tak Diatasi

Ilustrasi Mata
Ilustrasi Mata
Sumber :
  • pixabay

VIVA Lifestyle – Prevalensi mata kering di Indonesia mencapai 30,6 persen dan lebih tinggi risikonya pada lanjut usia. Penyebabnya beragam, mulai dari menatap layar gawai atau televisi yang terlalu lama, pemakaian lensa kontak yang tidak sesuai instruksi dokter mata, serta penyakit metabolik seperti diabetes melitus.

Dokter spesialis mata, dr. Damara Andalia, Sp.M, menjelaskan, risiko sindrom mata kering terjadi ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. 

"Hal ini menyebabkan rasa tidak nyaman di mata. Bila tidak diatasi, mata kering dapat menimbulkan komplikasi luka terbuka pada lapisan luar pelindung mata," ujarnya saat peluncuran produk tetes mata Systane Ultra produksi Alcon di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. 

Dokter spesialis mata di RS Mata Jakarta Eye Center (JEC) itu juga turut membeberkan prevalensi mata kering di Indonesia.

Ilustrasi mata.

Ilustrasi mata.

Photo :
  • pixabay

"Prevalensi mata kering di Indonesia cukup tinggi, yakni 27,5 - 30,6 persen dan lebih tinggi pada populasi lanjut usia, yakni 5 hingga 30 persen. Prevalensi mata kering pada penderita kelainan metabolik lebih tinggi dibandingkan populasi biasa, yakni mencapai lebih dari 20 persen," jelas dr. Damara. 

"Sindrom mata kering terkesan gangguan mata ringan yang menimbulkan rasa tidak nyaman terhadap aktivitas sehari-hari. Pada awalnya kita bisa menggunakan obat tetes mata," kata dokter spesialis mata RS Mata JEC, dr. Nina Asrini Noor Sp.M, menambahkan.

General Manager and Cluster Head of Middle East and Asia Alcon, Mazen Dalati, mengklaim, salah satu solusi tetes mata yang mampu meredakan mata kering dengan cepat dan memberikan perlindungan tahan lama adalah Systane Ultra. Obat tetes mata ini juga diklaim mampu mencegah mata kering yang terkait dengan penggunaan lensa kontak.

"Systane Ultra mengandung Hydroxypropyl-Guar (HP-Guar) yang lebih unggul dibanding tetes mata yang hanya mengandung Hyaluronic Acid (HA) saja. Tiga keunggulan yang dimiliki antara lain, memberikan pelumasan yang lebih baik, memulihkan lapisan musin, dan melindungi cell hydration," pungkasnya.