Duh, Asap Rokok Picu Janin Lahir Sumbing Hingga Gangguan Saraf

Ilustrasi bayi.
Ilustrasi bayi.
Sumber :
  • Pexels

VIVA Lifestyle – Memiliki anak dan keturunan yang sehat tentu menjadi dambaan banyak pasangan sehingga kelak dapat membanggakan kedua orang tua. Meski tak dimungkiri, kecacatan saat lahir pada bayi pun kerap terjadi oleh berbagai faktor risiko, termasuk bahaya asap rokok.

Dokter Kandungan, dr. Putri Addina SpOG, dalam acara Hidup Sehat tvOne, menjelaskan bahwa kondisi janin ditentukan oleh faktor yang beragam. Pertama, kesehatan dan kondisi ibu sangat berkaitan dengan kondisi janin saat lahir kelak.

"Ibu harus sehat. Jangan ada masalah kesehatan lain, seperti preeklamsi, kegemukan juga, harus intervensi dulu karena berpengaruh pada janin nanti," tuturnya, Jumat 12 Agustus 2022.

Ilustrasi melahirkan bayi.

Ilustrasi melahirkan bayi.

Photo :
  • Pixabay.com/cynthia_groth

Riwayat kesehatan ibu juga berperan besar seperti mengidap diabetes, hipertensi, hingga penyakit kronis lainnya. Ada pun, lingkungan yang baik turut membantu kesehatan bayi saat lahir. Bila lingkungan ibu cenderung kurang bersih dan menjadi perokok pasif, apalagi perokok aktif, bukan tak mungkin memicu gangguan atau kelainan kongenital.

"Rokok sendiri ada asapnya. Bahayanya dari asap rokoknya. Rokok mengandung beribu senyawa kimia berbahaya. Rokok juga menyebabkan kanker. Tapi juga dampaknya ke ibu hamil dan janin," tutur Putri.

Asap rokok.

Asap rokok.

Photo :
  • pixabay

Zat berbahaya di dalam rokok mulai dari nikotin, formaldehid, arsen hingga karbon monoksida. Putri menjelaskan bahwa salah satu bahaya karbon monoksida jika dihirup ibu hamil bisa mengikat oksigen. Tentu, selain ibu yang kekurangan oksigen, maka janin pun tak mendapat kadar oksigen yang dibutuhkan.

"Pertumbuhan janin terhambat, plasenta terhambat. In general bisa ganggu saat kehamilan. Tapi juga peningkatan risiko masalah kongenital, contoh bibir sumbing, celah di langit-langit, kelainan perkemvangan saraf janin. Makanya bayi yang lahir dari perokok pasif, berisiko alami infeksi paru atau masalah pernapasan seperti asma," tandasnya.