Wajib Coba, 3 Olahraga Terbaik Cegah Serangan Jantung Hingga Stroke

Ilustrasi olahraga/dumbbell.
Ilustrasi olahraga/dumbbell.
Sumber :
  • Pexels/Andrea Piacquadio

VIVA Lifestyle – Aktif secara fisik adalah langkah besar menuju kesehatan jantung yang baik. Ini juga menjadi salah satu alat yang paling efektif untuk memperkuat otot jantung, menjaga berat badan ideal dan menangkal kolesterol tinggi hingga stroke.

Olahraga dapat membuat pembuluh darah lebih terjaga sehingga mencegah bahaya kolesterol jahat, lonjakan gula darah hingga tekanan darah tinggi. Ketiga faktor itu secara tidak langsung mengakibatkan pada dampak jangka panjang seperti serangan jantung hingga stroke yang mematikan. Scroll untuk info selengkapnya.

"Latihan aerobik dan latihan ketahanan adalah yang paling penting untuk kesehatan jantung. Meskipun fleksibilitas tidak berkontribusi langsung pada kesehatan jantung, namun tetap penting karena memberikan dasar yang baik untuk melakukan latihan aerobik dan kekuatan secara lebih efektif,” kata ahli fisiologi olahraga Johns Hopkins Kerry J. Stewart, Ed.D.

Berikut olahraga yang direkomendasikan pakar untuk mencegah masalah jantung, dikutip dari laman Hopskin Medicine, Kamis 22 September 2022.

Ilustrasi olahraga

Ilustrasi olahraga

Photo :
  • U-Report

Latihan aerobik
Latihan aerobik meningkatkan sirkulasi, yang menghasilkan penurunan tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, ini meningkatkan kebugaran aerobik tubuh secara keseluruhan, seperti yang diukur dengan tes treadmill, misalnya, dan ini membantu curah jantung dalam memompa ke seluruh tubuh.

Latihan aerobik juga mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan, jika Anda sudah hidup dengan diabetes, membantu mengontrol glukosa darah Anda. Idealnya, setidaknya 30 menit sehari dan lima hari seminggu. Contoh aerobik berupa jalan cepat, lari, berenang, bersepeda, bermain tenis, dan lompat tali.

Kekuatan Otot
Latihan ketahanan otot memiliki efek yang lebih spesifik pada komposisi tubuh, kata Stewart. Bagi orang yang membawa banyak lemak tubuh termasuk perut besar, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung, dapat membantu mengurangi lemak dan membuat massa otot lebih ramping. 

Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi latihan aerobik dan kerja resistensi dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan menurunkan kolesterol LDL (jahat). Setidaknya dua hari berturut-turut per minggu pelatihan ketahanan adalah aturan praktis yang baik, menurut American College of Sports Medicine. Berolahraga dengan beban seperti dumbel, atau barbel, atau melalui latihan ketahanan tubuh, seperti push-up, squat, dan chin-up.

Ilustrasi olahraga/push up.

Ilustrasi olahraga/push up.

Photo :
  • Pexels/Monstera

Peregangan, Fleksibilitas, dan Keseimbangan
Latihan fleksibilitas, seperti peregangan, tidak secara langsung berkontribusi pada kesehatan jantung. Ini bermanfaat bagi kesehatan muskuloskeletal, yang memungkinkan Anda tetap fleksibel dan bebas dari nyeri sendi, kram, dan masalah otot lainnya. Fleksibilitas itu adalah bagian penting untuk dapat mempertahankan latihan aerobik dan latihan ketahanan, kata Stewart.

Disarankan olahraga ini dilakukan setiap hari dan sebelum dan sesudah olahraga lainnya. Dokter akan merekomendasikan peregangan dasar yang dapat Anda lakukan di rumah, atau Anda dapat menemukan DVD atau video YouTube untuk diikuti. Tai chi dan yoga juga meningkatkan keterampilan ini, dan kelas tersedia di banyak komunitas.

Sejalan dengan itu, pemeriksaan kesehatan fisik merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebelum memulai program kebugaran. Selain berdampak pada kesehatan secara umum, hal tersebut juga dapat membantu untuk menghindari potensi cedera. Salah satu caranya dengan melakukan /nitial check up seperti fit test yang mencakup latihan kardiovaskular, fatihan kekuatan, dan fleksibilitas’. 

Cedera olahraga merupakan hal yang sangat krusial bagi atlet profesional maupun penggiat olahraga. Untuk itu, seluruh pelaku olahraga wajib berkonsultasi pada dokter spesialis yang ahli di bidangnya untuk mengetahui tindakan dan proses penyembuhan apa yang harus diambil sehingga dokter dapat membantu memberikan diagnosa tepat bagi pasien dan membantu proses penyembuhan sehingga dapat melakukan aktivitas olahraga kembali. 

"Salah satu caranya dengan menerapkan metode pengobatan unggulan saat ini yakni Arthroscopy untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan mengatasi berbagai masalah pada persendian,” ungkap dr. Bobby Nelwan SpOT (K), Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Sports Injury yang berpraktek di Royal Sports Medicine Centre berlokasi di Rumah Sakit Royal Progress.

Untuk itu, Rumah Sakit Royal Progress menghadirkan Royal Sports Medicine Centre (RSMC) dan Royal Sports Performance Centre (RSPC) dalam memberikan layanan kesehatan bagi atlet dan penggiat olahraga terkait dengan pencegahan, skrining, pengobatan cedera olahraga, hingga peningkatan kebugaran dan motivasi agar dapat kembali pada tujuan olahraga mereka. Hal tersebut turut menjadi komitmennya dalam menjawab tantangan dan membawa Indonesia bangkit lebih kuat dan “Bersama Cetak Juara” pada sektor olahraga.

“Sebagai institusi layanan kesehatan, RS Royal Progress menyadari bahwa kami memiliki peran besar untuk dapat berkontribus! dalam mendukung prioritas utama dari pemerintah yaitu “Pulih Lebih Cepat” dan “Bangkit Lebih Kuat” agar Indonesia siap dalam menghadapi tantangan global dan mampu kembali bersaing di dunia internasional, terutama dapat bertumbuh dan bertansformasi di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir,” kata dr. Ivan Setiadarma, selaku Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress.