Lagi Naksir Seseorang? Ini 3 Fase Jatuh Cinta yang Perlu Diketahui
- dok. pixabay
VIVA Lifestyle – Momen saat menemukan pujaan hati memang sukses bikin hati berdebar-debar dan memuat segalanya seolah-olah lebih indah. Namun tak bisa dipungkiri, jatuh cinta bisa membuat seseorang frustasi sekaligus bahagia.Â
Kehidupan cinta baru barangkali akan menguras energi, fokus, dan waktu sampai pada titik di mana segala sesuatu terjadi dalam hidup terasa seperti gangguan. Kamu tak bisa berhenti memikirkannya dan pergi tidur pun juga cuma dia yang terbesit di pikiran.Â
Bagi sebagian kalangan, reaksi terhadap cinta mungkin tampak berlebihan. Jatuh cinta dapat mengubah seseorang menjadi terobsesi, membutuhkan, serta tidak percaya diri untuk sementara waktu.Â
Jika kamu sedang berada di tahap awal jatuh cinta dan merasa sedikit gila, jangan khawatir. Dilansir dari Psychology Today, orang sedang jatuh cinta berada di bawah pengaruh hormon yang membuatmu merasa senang dan melelahkan dalam satu waktu. Berikut 3 fase seseorang sedang jatuh cinta. Kamu ada di tahap yang mana?
Euforia
Ilustrasi jatuh cinta.
- U-Report
Peneliti Donatella Marazziti dari University of Pisa mengatakan selain hati ‘menyala’ ketika jatuh cinta, hormon juga merasakan hal yang sama. Pemancar saraf adrenalin dan phenylethylamine atau PEA meningkat saat dua orang tertarik satu sama lain serta menempatkan mereka dalam dorongan emosional.
Selain itu, relaksasi dan penurunan hormon serotonin menyebabkan seseorang terobsesi dengan pujaan hati dan secara konsisten merenungkan kembali waktu romantis yang dihabiskan bersama.
Jatuh cinta juga mengubah kadar testosteron pada pria dan wanita. Peningkatan kadar testosteron pada wanita selama tahap awal jatuh cinta membuat mereka lebih seksual dan agresif. Sementara penurunan kadar testosteron pada pria membuat mereka lebih emosional dan reseptif.Â
Membahayakan
Ilustrasi pasangan jatuh cinta.
- U-Report
Euforia dalam jatuh cinta rupanya bisa mengacaukan dirimu, loh. Hal tersebut disebabkan saat jatuh cinta, sadar atau tidak kamu mengesampingkan urusan lain dan lebih memilih mengerahkan energi ke pujaan hati.Â
Mencintai seseorang juga membuatmu menurunkan pertahanan diri dan melonggarkan batas-batas pribadi sehingga dapat menggabungkan kebutuhan dan keinginan dengan tambatan hati. Proses ini bisa dibilang mengancam dan membuat merasa tidak aman.