Studi Menemukan Mengapa Virus Cacar Monyet Menjadi Lebih Pintar dan Menular

Ilustrasi cacar monyet/monkeypox.
Sumber :
  • Freepik

VIVA Lifestyle – Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit virus yang telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global. Jumlah total kasus dalam wabah cacar monyet global kini telah melampaui 70.000.

img_title Mutasi Besar-besaran! 475 Personel Polda Kepri Berganti Tugas, Ini Daftar Pejabatnya

Dalam sebuah penelitian baru, para ahli mencatat bahwa virus monkeypox semakin 'pintar', dalam arti bahwa mutasi tertentu membantu virus agar tidak menjadi sasaran obat-obatan serta respons kekebalan tubuh. Ini membantu virus untuk tetap menular.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir laman Times of India, berdasarkan temuan penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Autoimmunity, dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang obat yang ada yang digunakan untuk mengobati cacar monyet dan juga dapat membantu dalam pengembangan obat baru yang dapat melawan mutasi ini.

img_title Suami Mengalami Perubahan Sikap? Kenali 4 Tanda Miserable Husband Syndrome yang Sering Terlambat Disadari

Virusnya semakin 'pintar'

"Dengan melakukan analisis temporal, kami dapat melihat bagaimana virus berevolusi dari waktu ke waktu. Temuan utama adalah bahwa virus sekarang mengakumulasi mutasi khususnya di mana obat dan antibodi dari vaksin seharusnya mengikat," kata peneliti Shrikesh Sachdev, seperti dilaporkan oleh PTI.

img_title Pria Jepang Alami Amnesia Bertahun-tahun, Ingatan Pulih Usai Ganti Pekerjaan

“Jadi, virusnya semakin pintar. Ia mampu menghindari menjadi sasaran obat-obatan atau antibodi dari respon imun tubuh kita dan terus menyebar ke lebih banyak orang,” tambahnya.

Ilustrasi cacar monyet/monkeypox.

Photo :
  • Freepik

Untuk penelitian ini, tim menganalisis urutan DNA lebih dari 200 jenis virus monkeypox yang mencakup beberapa dekade. Periode waktu yang diperhitungkan dimulai dari tahun 1965 ketika monkeypox pertama kali menyebar, kemudian menjadi wabah di awal tahun 2000-an dan akhirnya wabah terbaru pada tahun 2022.

Analisis melibatkan pemeriksaan lima protein spesifik sambil menganalisis strain virus monkeypox, ini termasuk – DNA polimerase, DNA helicase, protein penghubung A22R, DNA glikosilase dan G9R.
Memahami peningkatan infektivitas virus

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketika mereka mengirimi saya data, saya melihat bahwa mutasi terjadi pada titik-titik kritis yang memengaruhi pengikatan genom DNA, serta di mana obat dan antibodi yang diinduksi vaksin seharusnya mengikat," kata pemimpin peneliti Kamlendra Singh.

"Faktor-faktor ini pasti berkontribusi pada peningkatan infektivitas virus. Pekerjaan ini penting karena langkah pertama untuk memecahkan masalah adalah mengidentifikasi di mana masalah itu terjadi secara khusus. Ini adalah upaya tim," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut