Penelitian Bahaya BPA di AS Ditemukan pada Kemasan Kaleng, Pakar Desak BPOM Lakukan Uji

Ilustrasi makanan kaleng
Ilustrasi makanan kaleng
Sumber :
  • Pixabay/pasja1000

VIVA Lifestyle – Penelitian kemasan kaleng di Universitas Stanford dan Johns Hopkins University yang dipublikasikan Environmental Research baru-baru ini menunjukkan adanya paparan Bisfenol A (BPA) pada makanan kaleng. Disebutkan, semakin banyak mengonsumsi makanan kaleng, maka akan semakin berpeluang untuk seseorang terkontaminasi BPA. 

“Saya dapat makan tiga kaleng peach, orang lain bisa makan satu kaleng sup krim jamur, dan saya memiliki paparan lebih besar terkena BPA," kata pemimpin penelitian, Jennifer Hartle dari Stanford Prevention Research Center, seperti dilansir Laboratory Equipment, Jumat 25 November 2022. Scroll untuk info selengkapnya.

Seperti diketahui, BPA merupakan senyawa kimia yang diberikan sebagai pelapis dalam kaleng makanan. Senyawa ini sempat menjadi senyawa andalan dalam pembuatan kemasan, namun sifat kimia yang mirip hormon membuat bahan ini dilarang pada beberapa produk seperti botol bayi.

Penelitian berfokus pada analisis kadar BPA dalam produk makanan kaleng dan mengukur paparan senyawa itu pada sekelompok manusia. Hartle dan tim menemukan bahwa makanan kaleng dengan BPA tinggi berpengaruh pada kandungan senyawa tersebut dalam urine manusia.

Ilustrasi BPA.

Ilustrasi BPA.

Photo :
  • Pixabay.

Kandungan BPA berbeda pada masing-masing jenis makanan. Namun beberapa jenis makanan kaleng rupanya memiliki implikasi besar pada kandungan BPA dalam urine, seperti jenis sup, pasta, sayuran, dan buah.

Studi yang dilakukan oleh Hartle sebelumnya menemukan bahwa anak-anak menjadi pihak yang paling rentan terpapar BPA. Hal ini karena makanan kaleng banyak digunakan pada menu makan siang di sekolah dan aneka jajanan lainnya.

Halaman Selanjutnya
img_title