Hati-hati, Studi Ungkap Puasa Intermiten Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Ilustrasi puasa.
Ilustrasi puasa.
Sumber :
  • inmagine

VIVA Lifestyle – Penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia telah meneliti dengan cermat efek puasa intermiten pada berbagai fungsi tubuh, dan hasilnya sebagian besar dianggap menguntungkan. 

Namun, beberapa pertanyaan muncul terkait keamanan praktik tersebut dan apakah kesesuaiannya bersifat universal. Meskipun puasa ini menjadi cara yang efisien untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh tetap bugar, namun sebuah penelitian baru menunjukkan puasa intermiten dapat meningkatkan risiko kematian dini. Benarkah? Yuk, scroll. 

Menurut sebuah studi baru, melewatkan sarapan dapat dikaitkan dengan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular yang lebih besar. Temuan ilmiah terbaru juga mengatakan, melewatkan makan siang atau makan malam dapat dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih besar karena berbagai sebab. 

Bahkan individu yang makan tiga kali sehari dapat meningkatkan risiko semua penyebab kematian jika mereka makan dua kali dalam waktu yang berdekatan kurang dari 4,5 jam, demikian menurut penelitian tersebut. 

Ilustrasi menu hidangan diet

Ilustrasi menu hidangan diet

Photo :
  • Dokumentasi Fit Company

Pemahamannya adalah bahwa melewatkan makan dapat menyebabkan konsumsi beban yang lebih besar pada satu waktu. Hal ini dapat memperburuk beban metabolisme glukosa, yang selanjutkan dapat menyebabkan kerusakan metabolisme. 

Diketahui, metabolisme yang buruk terkait dengan perkembangan beberapa penyakit kardiovaskular. Temuan tersebut didapat dari penelitian terhadap lebih dari 24 ribu orang dewasa Amerika selama lebih dari 40 tahun. Status kematian dan penyebabnya tersedia untuk total 4.175 pasien. 

Halaman Selanjutnya
img_title