Awas, Konsumsi Kentang Dengan Cara Ini Picu Bahaya Diabetes

Kentang.
Kentang.
Sumber :
  • Pixabay/ couleur

VIVA Lifestyle – Sebuah tim peneliti dari Universitas Edith Cowan di Perth, Australia, menganalisis pola makan 54 ribu orang yang mengikuti penelitian Diet, Kanker, dan Kesehatan Denmark. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care, yang mengungkap dampak kentang akan risiko diabetes tipe 2.

Peneliti Pratik Pokharel, yang merupakan mahasiswa PhD, menjelaskan bahwa dalam penelitian sebelumnya, kentang telah dikaitkan secara positif dengan kejadian diabetes. Namun, kaitan itu terlepas dari bagaimana kentang diolah dan disiapkan. Yuk, scroll untuk informasi selengkapnya.

"Dalam penelitian kami, kami dapat membedakan antara metode persiapan yang berbeda. Ketika kami memisahkan kentang rebus dari kentang tumbuk, kentang goreng atau keripik, kentang rebus tidak lagi dikaitkan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi: mereka memiliki efek nol," katanya dikutip laman Express, Kamis 15 Desember 2022.

Ketika kadar gula darah meningkat, tanda peringatan pertama diabetes tipe 2, menurut National Health Service (NHS), dapat mencakup buang air kecil lebih dari biasanya, terutama di malam hari. Kemudian, merasa haus sepanjang waktu, sangat lelah, menurunkan berat badan tanpa sebab, hingga gatal di sekitar area intim hingga sariawan berulang kali. Juga, efek luka yang sembuh lebih lama dari biasanya dan penglihatan kabur.

Ilustrasi diabetes.

Ilustrasi diabetes.

Photo :
  • Pexels/Mikhail Nilov

"Dalam penelitian kami, orang yang makan kentang paling banyak juga mengonsumsi lebih banyak mentega, daging merah, dan minuman ringan – makanan yang diketahui meningkatkan risiko diabetes tipe dua. Ketika Anda memperhitungkannya, kentang rebus tidak lagi dikaitkan dengan diabetes. Itu hanya kentang goreng dan kentang tumbuk; yang terakhir mungkin karena biasanya dibuat dengan mentega, krim, dan sejenisnya," tututnya

Faktor risiko diabetes tipe 2
Badan amal terkemuka Diabetes Inggris menunjukkan faktor risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Selain pola makan yang tidak sehat, faktor risiko dapat meliputi berusia di atas 40 tahun, riwayat keluarga, seperti saudara kandung atau orangtua, menderita diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga kegemukan.

Halaman Selanjutnya
img_title