Ini Peran Penting Bidan dalam Proses Persalinan
- Pixabay.com/cynthia_groth
BANDUNG – Memastikan kesiapan mental dan kesehatan ibu jelang proses kelahiran adalah hal yang penting bagi bidan. Sebab, hal ini menjadi penentu anak kelak bertumbuh kembang secara optimal.
Selain itu, bidan juga harus memastikan cukup gizi dan tidak menderita hipertensi, diabetes dan penyakit penyerta lainnya agar dapat menjalani persalinan secara normal, sehingga akan mengurangi berbagai risiko komplikasi yang dapat berakibat pada kematian ibu. Scroll untuk informasi selengkapnya.
Pentingnya peran bidan dalam membantu proses persalinan dan penentu awal kehidupan generasi selanjutnya menjadi pendorong bagi bidan untuk memperkuat perannya dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Oleh karena itu, sejak Juli 2023 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Barat bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia menggelar rangkaian kampanye Bidan Sahabat Ibu dan Anak yang diikuti oleh lebih dari 1000 bidan di wilayah Jawa Barat.
Rangkaian kampanye ini terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya seminar edukasi gizi hingga Lomba Bidan Sahabat Ibu dan Anak. Kompetisi ini berhasil memicu semangat inovasi dan kreativitas di antara bidan-bidan yang berpartisipasi.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, akhirnya terpilihlah lima bidan yang menerima penghargaan sebagai "bidan inovatif" atas kontribusi mereka dalam menyebarkan pengetahuan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua IBI Jawa Barat Hj. Eva Riantini, S.Keb.,S.Sos.,MM.Kes, mengatakan gerakan edukasi gizi oleh bidan ini mampu mengeluarkan potensi-potensi bidan dalam hal memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita mendorong bidan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing. Tujuannya adalah agar masyarakat terutama ibu lebih paham kecukupan gizi keluarga, bagaimana asupan agar ibu hamil cukup gizi, serta yang terpenting pada masa MPASI agar jangan sampai salah memberikan makanan untuk anak," jelas Eva Riantini dalam keterangannya, dikutip Jumat 6 Oktober 2023.
"Jangan sampai ada bahan-bahan tinggi kandungan gula dan garam yang diberikan untuk anak, seperti yang cenderung terjadi pada masyarakat adalah pemberian susu kental manis untuk anak, karena ini berbahaya,” sambungnya.
![]()
Lebih lanjut, Eva mengatakan edukasi yang dilaksanakan serentak ini selain memperluas jangkauan masyarakat yang terpapar edukasi, juga menumbuhkan kreativitas bidan dalam memberikan penyuluhan.