Kenali Jerawat Steroid, Cara Mencegah Hingga Mengatasinya

Lokasi Jerawat
Sumber :
  • vstory

JAKARTA – Industri skincare di Indonesia kini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berbagai produk perawatan kulit mulai membanjiri pasar, mulai dari produk yang diklaim mampu memutihkan, mencerahkan, hingga menyembuhkan jerawat. Namun, penting bagi konsumen untuk memeriksa kandungan bahan dalam produk tersebut. Steroid dalam dosis besar dan penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan sejumlah efek samping yang merugikan.

img_title Ingin Kulit Lebih Kencang Tanpa Operasi? Kenali Dulu Bahan PLLA dalam Perawatan Injeksi

Penggunaan steroid dalam produk perawatan kulit memang memiliki efek samping. Beberapa di antaranya adalah telangiektasis atau pembuluh darah yang terlihat, kemerahan pada wajah, peningkatan sensitivitas kulit, dan munculnya stretch mark. Krim berlabel “etiket biru” yang sering ditemukan sebagai krim racikan, banyak dijual bebas tanpa label dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menjadi perhatian serius. Scroll lebih lanjut ya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jerawat steroid adalah jerawat yang muncul akibat penggunaan krim bersteroid secara terus-menerus. Menurut dr. Rahma Yanuarti Yolanda, atau yang akrab disapa dr. Yo, tanda-tanda jerawat steroid antara lain adalah jerawat merah yang berkumpul di bagian pipi, antara bibir dan hidung, dahi, hingga area dagu.

img_title Jangan Cuma Tergiur Diskon dan Treatment Apa yang Bagus, 5 Hal Ini Wajib Dicek Dulu Sebelum Perawatan

Krim etiket biru biasanya digunakan oleh individu dari berbagai rentang usia, mulai dari yang sangat muda hingga paruh baya, yang ingin jerawatnya cepat hilang. Awalnya, penggunaan krim ini memang efektif dalam menghilangkan jerawat. 

img_title Apa Itu Mikrobioma Kulit? Ini Pengaruhnya Pada Wajah Jerawatan

"Namun tetapi karena merasa berkhasiat, penggunaan dilanjutkan dan kemudian memunculkan masalah saat steroidnya sudah tertumpuk terlalu banyak di dalam kulit. Jerawat ini bisa muncul dalam hitungan bulan atau tahunan dari penggunaan krim mengandung steroids," kata dr. Yolanda.

Proses penyembuhan dari jerawat steroid membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu antara 6 hingga 12 bulan. Ini karena perlu ada proses untuk membuka ikatan jerawat yang selama ini ditahan oleh steroid. "Proses yang disebut dengan rebound ini umumnya berjalan kurang lebih 3 bulan," ungkap dr. Yolanda.

Ilustrasi jerawat.

Photo :
  • Pixabay/SharonMcCutcheon

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah itu, perawatan selanjutnya adalah mengatasi kulit yang kemerahan dan luka bekas jerawat serta komedo. Total durasi pengobatan dan perawatan bisa memakan waktu hingga 9 bulan.

Untuk membantu perempuan yang ingin lepas dari jerawat steroid, Skin Cure menawarkan produk dan perawatan kulit yang tepat selama proses penyembuhan. Ini menjadi solusi yang banyak membantu perempuan kembali percaya diri dan terbebas dari jerawat steroid yang mengganggu penampilan.

ilustrasi perawatan kulit

Kemenkes Ungkap 2 Juta Orang Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Bisakah Bali Jadi Alternatif Perawatan Kelas Dunia?

Bali mulai diperkenalkan sebagai salah satu pilihan destinasi layanan medis. Melalui partisipasinya di Art Jakarta 2026, The Solitaire membawa konsep pusat bedah estetik.

img_title
VIVA.co.id
4 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut