11 Warga Jakarta Barat Terpapar Cacar Monyet

Ilustrasi cacar monyet/monkeypox.
Sumber :
  • Freepik

JAKARTA – Sebanyak 11 warga Jakarta Barat, dikonfirmasi terinfeksi monkeypox atau cacar monyet, pada Rabu 6 Desember 2023.

img_title Pengalaman Pasien Bakal Jadi Acuan Akreditasi RS, Menkes: Pasien BPJS Dijudesin Nggak Sama Dokter

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Erizon menjelaskan jumlah orang terinfeksi cacar monyet di Jakarta Barat, berdasarkan data hingga Selasa 5 Desember 2023. Scroll untuk informasi selengkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Total 11 orang (cacar monyet), tujuh (pasien) sembuh," ujar Erizon dalam keterangannya, Rabu 6 Desember 2023.

img_title Tele-Robotic Surgery Mulai Diadaptasi di Indonesia, Dokter Bisa Operasi Pasien dari Jarak 1000 Km

Erizon menjelaskan untuk semua pasien cacar monyet tersebut, tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri, dan terbukti hanya melakukan transmisi lokal.

img_title Gempa NTT, Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Halaman Rumah Sakit

"Kemungkinan besar penularan lokal. Gejala umum demam dan timbul vesikel di badan," ujarnya.

Erizon lebih lanjut mengatakan, semua pasien cacar monyet di Jakarta Barat berjenis kelamin laki-laki.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan, sebanyak 35 kasus cacar monyet di Ibu Kota telah sembuh.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama menjelaskan, terdapat 45 kasus monkeypox yang terdeteksi hingga Senin 4 Desember 2023 dan 10 pasien di antaranya masih diisolasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“35 dari 45 kasus monkeypox telah sembuh selesai isolasi. Kemudian lima pasien masih isolasi mandiri dan lima lainnya masih isolasi di rumah sakit,” ujarnya.

Ngabila mengungkapkan bahwa seluruh pasien yang masih menjalani isolasi dalam kondisi baik, meskipun bergejala ringan.

Dokter dan Pasien

Hari Keselamatan Pasien Sedunia, IPMG Soroti Urgensi Farmakovigilans untuk Pasien PTM

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan pernapasan kronis masih menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan global.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut