Pentingnya Deteksi Dini: Gejala Awal serta Faktor Risiko Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi kanker serviks.
Sumber :
  • iStockphoto.

Jakarta –  Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada leher rahim dan memiliki daerah yang sangat kecil sekitar 3 sentimeter, bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dihadapi oleh wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara. 

Ditanya Apakah Pernah Menangani Pasien Korban Santet? Ini Kata Dokter Forensik Djaja Surya Atmadja

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekolog RS Pondok Indah (RSPI) – Pondok Indah, Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, Sp. O.G, Subsp. Onk dalam media diskusi pada Senin, 22 April 2024 menyatakan bahwa kanker serviks memiliki tahap awal yang dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Namun begitu, kanker serviks biasanya sudah berkembang pada tahap lanjut sehingga deteksi dini menjadi krusial.

Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, Sp. O. G, Subsp. Onk dalam diskusi mengenal Kanker Ser

Photo :
  • Viva/Siti Adisya Kirana
Kabar Terbaru Raja Charles Setelah Diagnosa Kanker, Kehilangan Indra Perasa

“Tahap awal tidak ada gejalanya, tidak ada gejalanya sama sekali. Paling hanya keputihan sedikit, jadi sama sekali tidak ada gejala,” ujarnya dalam acara media diskusi bertempat di The Neighbourhood Jakarta pada Senin, 22 April 2024.

Dokter Fitriyadi pun melanjutkan bahwa banyak gejala pada tahap lebih lanjut pada kanker serviks ini yang akan dialami seorang wanita.

5 Makanan Ini Wajib Dihindari Penderita Maag

“Kalau gejala lanjutnya seperti keputihan yang tidak sembuh-sembuh, sakit pinggang, sakit berkemih dan kalau berhubungan (seksual) berdarah, berarti itu udah stadiumnya paling tidak stadium dua,”

Menurutnya, pemeriksaan rutin juga sangat penting untuk mendeteksi perubahan pra kanker di leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker serviks.

Menurut data terakhir dari Kementerian Kesehatan RI mengenai jumlah kasus wanita yang menderita kanker serviks adalah sebanyak 36.633 kasus. Jumlah ini memiliki angka mortalitas yang tinggi sebanyak 21.003 kematian atau 19,1% dari seluruh kematian akibat kanker.

Berdasarkan alasannya, sebanyak 99% pasien yang menderita kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papilloma Virus) onkogenik yang persisten.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Berikut ini adalah faktor risiko kanker leher rahim atau Kanker serviks yang harus diwaspadai, diantaranya : 

1. Infeksi HPV Berkelanjutan 

Pada kebanyakan kasus, infeksi HPV akan mereda dengan sendirinya. Namun, terkadang infeksi HPV tidak akan hilang meskipun setelah bertahun-tahun. Ini disebut dengan persisten yang mana keadaan ini dapat berkembang menjadi kanker serviks

2. Seks terlalu dini

Dikarenakan mulut rahim masih mengalami maturasi atau transmisi, jika virus datang ke wanita yang berusia muda, HPV akan merasa senang menyerangnya.

3. Banyak pasangan seksi 

Jika wanita melakukan hubungan seksual dengan banyak pihak atau secara berlebihan, penyakit ini perlahan muncul di tubuhnya.

4. Merokok 

Jika seorang wanita terkena HPV dan memiliki kebiasaan aktif merokok, maka terkena risiko HPV akan ada.

5. Imunitas rendah 

Bagi seorang wanita yang memiliki imunitas rendah, tidak memungkinkan HPV akan memasuki dan menyerang tubuhnya.

6. Konsumsi pil Kontrasepsi

Pemakaian pil mempengaruhi kadar hormon di dalam tubuh. Hal ini dapat menurunkan ataupun meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker serviks.

7. Kehamilan berulang

Sistem hormonal yang tidak stabil dan kekebalan tubuh yang lemah saat hamil meningkatkan risiko kanker serviks bagi wanita yang hamil lebih dari tiga kali sepanjang hidupnya.

8. Faktor genetik

Faktor genetik juga merupakan penyebab kanker serviks. Stres berlebihan dan memiliki keluarga pengidap kanker serviks meningkatkan risiko hingga 2 hingga 3 kali lipat. Ini karena janji tubuh untuk infeksi melawan HPV dapat diturunkan ke generasi selanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya