Imane Khelif Dicurigai Alami Differences in Sex Development
- X | JK Rowling
Jakarta, VIVA – Olimpiade tahun ini kembali diwarnai kontroversi besar, kali ini terkait dengan isu perbedaan perkembangan jenis kelamin (Differences in Sex Development/DSD).
Kontroversi ini bermula dari penampilan Imane Khelif, petinju asal Aljazair, yang menuai sorotan tajam setelah kemenangan kontroversialnya dalam pertandingan tinju wanita melawan Angela Carini dari Italia.
Imane Khelif, yang tampil dengan penampilan fisik yang menyerupai laki-laki biologis, mencatatkan kemenangan cepat dalam pertandingan tinju wanita tersebut.
Imane Khelif Vs Angela Carini
- AP Photo
Khelif hanya membutuhkan dua pukulan untuk mengalahkan lawannya, Carini, yang lantas mengekspresikan ketidakpuasan dengan teriakan 'ini tidak adil' saat pertandingan dihentikan. Kemenangan ini memicu perdebatan luas mengenai keadilan dan integritas dalam kompetisi olahraga wanita.
Sebelumnya, Khelif dilarang mengikuti turnamen wanita karena gagal dalam 'gender assessment'. Namun, dengan keputusan kontroversial, ia diberi izin untuk berkompetisi dalam Olimpiade kali ini.
Spekulasi mengemuka bahwa Khelif mungkin menderita DSD, sebuah kondisi langka yang hanya memengaruhi antara 0,05 hingga 1 persen dari populasi dunia.
Apa itu DSD?
Melansir The Indian Express, DSD, atau perbedaan perkembangan jenis kelamin, merupakan kondisi di mana individu dapat memiliki kromosom atau anatomi yang tidak sesuai dengan penampilan gender mereka secara lahiriah.
Petinju asal Aljazair, Imane Khelif (kanan)
- AP Photo/John Locher
Kondisi ini, juga dikenal sebagai interseks, bisa menyebabkan individu yang tampak seperti perempuan memiliki kromosom XY atau organ reproduksi laki-laki. DSD adalah istilah umum untuk kondisi-kondisi ini yang muncul sejak dalam rahim dan dapat mempengaruhi bagaimana individu berkembang dan berfungsi, baik secara fisik maupun hormonal. Misalnya, seseorang bisa dilahirkan dengan alat kelamin perempuan tetapi memiliki kromosom XY dan testis internal.
Dalam konteks olahraga, DSD dapat memberikan keuntungan kompetitif. Individu dengan DSD mungkin memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi, yang berpotensi meningkatkan kekuatan dan massa otot mereka. Meskipun banyak kondisi DSD terdeteksi saat lahir, beberapa baru terungkap selama pubertas atau melalui tes medis.
Beberapa jenis DSD yang umum termasuk Sindrom Swyer, Sindrom Ketidakpekaan Androgen Lengkap, dan Disgenesis Gonadal Campuran. Sindrom Swyer, misalnya, adalah kondisi di mana seseorang memiliki kromosom XY tetapi penampilan dan alat kelamin eksternalnya mirip dengan perempuan. Individu ini sering mengalami pubertas tertunda dan infertilitas.