Punya Atasan yang Dikit-Dikit Marah dan Dikit-Dikit Baperan Harus Apa?

Ilustrasi bos toxic
Sumber :
  • thesun.co.uk

Jakarta, VIVA – Bagi pekerja kantoran rezeki tidak hanya melulu soal gaji yang tinggi. Memiliki atasan yang baik juga menjadi rezeki tersendiri. Bayangkan jika kamu bekerja dengan atasan yang emosional tentu pekerjaan akan menjadi sulit dikerjakan maksimal. 

img_title Dunia Kerja Makin Menantang, Kesehatan Mental Karyawan Jadi Isu Penting

Memiliki atasan yang emosional dan penuh drama juga mempengaruhi mental kita sebagai pekerja. Lantas bagaimana psikiater melihat fenomena seperti ini?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spesialis Kesehatan Jiwa, dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ angkat bicara. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Industri Musik Tak Sekadar Hiburan, Lagu dan Konser Jadi Ruang Ekspresi Emosi

Dalam video yang diunggahnya di akun TikTok pribadinya bahwa seseorang yang memiliki masalah emosi, masalah perilaku bisa menjadi penyebab mereka berperilaku seperti itu.

Ilustrasi bossy

Photo :
  • Pinkvilla

img_title 7,2 Persen Dokter Punya Masalah Kesehatan Jiwa, Wamenkes Dante: Jangan Langsung Hubungkan dengan Bullying

"Kalau orangnya punya masalah emosi, punya masalah perilaku, udah pasti mentalnya enggak baik. Kalau di tempat kerja ada atasan atau bawahan yang dikit-dikit marah, dikit-dikit baperan. Salah ngomong langsung meledak, salah ngomong langsung tersinggung," kata dia dikutip dari akun TikTok miliknya.

Lebih lanjut diungkap Elvine Gunawan bos yang baperan dan mudah tersinggung ternyata memiliki masalah pada kesehatan mentalnya. Maka dari itu, mereka perlu melakukan pemeriksaan kepada tenaga profesional.  

"Kalau ada orang-orang yang seperti itu artinya mentalnya enggak baik-baik aja," ujarnya.

Namun sebagai bawahan yang memiliki bos seperti itu juga perlu hati-hati dalam berbicara.

Ilustrasi atasan dan bawahan.

Photo :
  • http://www.indotopinfo.com/

Tidak mungkin Anda harus secara blak-blakan meminta atau menyuruh atasan Anda untuk memeriksakan diri ke tenaga profesional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau di level bawahan tolong di refer kalau di level atasan tolong doakan. Enggak mungkin kalau di level bawahan ngomong ke eselon satu, eselon dua 'pak kayaknya bapak harus ke psikater deh, kayaknya bapak harus berobat karena bapak merusak wellbeing kami semua', enggak mungkin (ngomong gitu). Jadi tugas bapak dan ibu semua tinggal mendoakan semoga istrinya atau suaminya berhasil mengingatkan dia untuk berobat," ujarnya.

Ilustrasi Wanita Marah

Kesehatan Mental Tak Cukup dengan Curhat, Kenali Pentingnya Mengelola Emosi dan Luka Batin

Mengenali masalah yang sedang dihadapi merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan mental. Namun, mengungkapkan perasaan saja tidak selalu cukup. Apa yang dilakukan?

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut