Ini Penyebab Harga Obat Menjadi Mahal

Ilustrasi beli obat bisa lewat layanan telefarmasi.
Sumber :
  • vstory

Jakarta, VIVA – Beberapa waktu belakangan ini harga obat di pasaran mengalami kenaikan. Bahkan harga obat di tanah air jauh lebih mahal dibanding harga obat di negara tetangga, Malaysia beberapa waktu lalu. 

img_title 5 Mobil Bekas Murah yang Bisa Tembus 250 Km/Jam, Harganya Mulai Rp125 Jutaan

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar menjelaskan alasan di balik meningkatnya harga obat di tanah. Scroll lebih lanjut ya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutnya bukan hanya bahan baku impor yang menjadi alasan meningkatnya harga obat di tanah air saja. Faktor lain seperti maturnitas atau kedewasaan perusahaan dalam memproduksi obat termasuk menjaga kualitas dan kuantitasnya juga jadi penyebab meningkatnya harga obat di tanah air.

img_title Samsung Galaxy A07 vs nubia V80 Max: Pilih Hp Nama Besar atau Spesifikasi Menggoda

"Harga obat selama ini kita anggap bahwa karena kita impor bahan, harganya naik. Bukan semata-mata karena taktor itu, ternyata ada faktor lain. Hubungannya dengan faktor maturitas ini," kata Taruna Ikrar saat ditemui awak media di JS Luwansa Jakarta, Selasa 24 September 2024. 

img_title Update Harga HP itel, iQOO, dan ASUS Oktober 2026: Mana yang Paling Worth It Dibeli Sekarang?

Obat yang diproduksi perusahaan Indonesia sendiri dilaporkan bisa meningkat hingga lebih dari 100 persen dibandingkan Malaysia dan Singapura. Taruna mengungkap dari sekitar 200an perusahaan farmasi hanya ada satu yang mencapai level satu tingkat maturitas.

"Maturitas dari menengah naik, logikanya dia produksinya bagus, maka nilai ekspor akan meningkat dan keterbutuhan. Dan ini ternyata juga berdampak ternyata dengan harga obat dan sebagainya. Harga obat selama ini kita anggap bahwa karena kita impor bahan, harganya naik. Bukan semata-mata karena faktor itu, ternyata ada faktor lain. Hubungannya dengan faktor maturitas ini," ujar Taruna.

Taruna Ikrar, Foto: Isra Berlian

Photo :
  • VIVA.co.id/Isra Berlian

"Nah, tentu kita berasumsi dengan peningkatan maturitas dari seluruh farmasi, industri farmasi kita masuk ke level tertinggi, maka akan berdampak, break open point-nya akan berdampak lebih besar pada berbagai hal, termasuk harga obat," sambung Taruna. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Taruna mencontohkan, kalau produk obat itu memproduksi lebih banyak, maka harga pasti turun. Begitu pula sebaliknya, jika produsen obat memproduksi dalam terbatas harga obat tersebut pasti nalk.

"Bagaimana caranya supaya produksinya meningkat? Bukan hanya untuk pasar dalam negeri, kita bagaimana menggarap pasar luar negeri. Pasarnya meningkat, jumlah harus dibuat lebih banyak. Kalau dia lebih banyak, harganya turun. Itu logika yang paling masuk akal, logika dagangnya. Nah, itu yang saya mau jelasin khusus untuk acara hari ini," ungkapnya.

Ilustrasi hp untuk konten

Cari HP Rp3 Jutaan dengan Spek Menarik? Ini Fitur yang Wajib Masuk Daftar Pertimbangan

Cari HP Rp3 jutaan dengan spek menarik? Kenali 7 fitur penting, mulai dari chipset, RAM, layar, kamera, baterai, NFC, hingga garansi resmi agar tidak salah pilih.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut