Menelan Permen Karet, Amankah?

Ilustrasi permen karet
Sumber :
  • iStock

VIVA.co.id - Permen adalah camilan ringan yang disukai oleh hampir semua orang. Rasa manis dari permen adalah godaan disaat mulut terasa hambar dan kering. Salah satu jenis permen yang disenangi ialah permen karet.

img_title Pengakuannya Bikin Merinding! Detik-detik Anak Mutilasi Ayah Kandung di Brebes

Permen ini memiliki karakter yang berbeda dari permen lain. Pasalnya permen karet bukanlah permen yang bisa dimakan, namun hanya untuk dikunyah. Walau tak bisa ditelan, sayangnya permen karet memiliki rasa dan tekstur unik, yang membuat orang suka lupa, lalu menelannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sensasi kenyal dan lengket yang dirasakan saat mengunyah permen karet juga bisa membuat orang senang mengunyahnya. Namun apakah hal ini berbahaya bagi tubuh?

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Menurut penjelasan dokter Nina Amelia dari Meetdoctor, permen karet terbuat dari bahan resin yang tidak dapat dicerna tubuh. Namun bahayanya bergantung pada kemana permen karet tersebut masuk di tubuh.

"Apabila permen karet tertelan dan masuk ke dalam saluran pencernaan, hal tersebut tidak apa-apa karena dengan berjalannya waktu permen karet tersebut akan terbuang bersamaan dengan feses," ujarnya.

img_title Bangun Kebiasaan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengenalkan Literasi Keuangan pada Anak

Akan tetapi, lain halnya bila permen karet masuk ke dalam saluran pernapasan. "Permen karet yang masuk ke dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan gangguan pada proses pernapasan, karena permen karet tersebut menyumbat saluran," tambahnya.

Oleh karena itu, usahakan untuk tidak sampai menelan permen karet. Jika bisa, jauhkan permen karet dari jangkauan anak-anak berusia kurang dari 5 tahun. Sebab, selain berisiko tertelan, kandungan pemanis dalam permen karet juga bisa membahayakan kesehatan gigi anak.

Ilustrasi olahraga hyrox.

Tes 30 Detik Ini Bisa Ungkap Kondisi Tubuh Seiring Bertambahnya Usia

Tes duduk dan berdiri selama 30 detik dapat membantu menilai kekuatan otot, keseimbangan, dan kebugaran tubuh seiring bertambahnya usia. Simak selengkapnya.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut