Awas, Terompet Bisa Menyebarkan Virus dan Penyakit Berbahaya

Penjual Terompet Jelang Perayaan Tahun Baru
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id
Pemerintah Diminta Sediakan Jaminan Bagi Pekerja Informal
- Tak banyak orang yang mengetahui soal bahaya penyebaran virus, dan penyakit apa pun dapat masuk ke tubuh kita dari meniup terompet yang banyak di jual menjelang malam Tahun Baru.

Manfaat Sehat Jalani Peregangan Tubuh Secara Rutin
Namun, masyarakat mungkin tak percaya atau cuek dengan hal ini, karena momen Tahun Baru sudah setiap tahunnya dirayakan masing-masing masyarakat dari dulu. Tetapi, sebagai antisipasi dan bagi yang peduli, perlu untuk mengetahuinya.

Cara Tepat Tangani Luka Kulit agar Tak Berbekas
Menurut Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) dr. Marius Widjajarta, terompet rentan penyebaran virus berbahaya, karena menggunakan mulut untuk meniupnya.

Dan, kata Marius, mulut manusia itu tidak memiliki lapisan kulit pelindung yang dapat menangkal apa pun masuk kedalamnya termasuk virus, bakteri dan sejumlah penyakit yang berbahaya seperti HIV/AIDS.

"Setahu saya, orang yang membuat terompet pasti akan mencoba hasilnya dengan meniup terompet tersebut. Dan, kita tak pernah tahu pembuatnya punya penyakit, atau tidak," kata Marius, Rabu 30 Desember 2015.

Bahkan, kata Marius, penularan penyakit dan virus berbahaya yang masuk ke tubuh kita dengan meniup terompet itu sama halnya dengan penyebaran penyakit melalui hubungan seks, karena langsung berhubungan ke selaput lendir.

Marius mengaku, menyesalkan Kementerian Kesehatan yang seharusnya melakukan pembinaan terhadap pembuat dan penjual terompet mengenai berbahayanya tes suara terompet bagi kesehatan.

"Mereka harusnya dibina dan diawasi oleh pemerintah, agar tidak terjadi penularan virus dari terompet," katanya.

Lebih jauh, karena hal tersebut belum terealisasi, Marius mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan hanya menggunakan terompet gas yang tidak menggunakan mulut untuk mengeluarkan suara. "Langkah ini diyakini dapat mengatasi penyebaran virus melalui terompet," tuturnya. (asp)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya