Bahaya Sering Online bagi Tubuh

Ilustrasi bekerja.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Demam karena sering ‘online’, mungkin terdengar mustahil. Namun sebuah penelitian terbaru mengklaim semakin banyak Anda menghabiskan waktu untuk 'online', maka semakin besar risiko Anda terkena demam.

img_title Di Hari Ulang Tahun Prabowo ke-75, Jokowi Mendoakan Kesehatan Presiden

Hal ini dikemukakan para ilmuwan dari Universitas Swansea dan Milan yang menemukan  penggunaan internet yang terlalu lama dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dilansir laman Daily Mail, penelitian tersebut menemukan orang yang berselancar di internet dalam waktu lama lebih rentan terkena flu dibanding mereka yang membatasi penggunaan internet mereka.

img_title Tak Harus Selalu ke Luar Negeri, Layanan Medis di Indonesia saat ini Terus Berkembang

Penelitian yang melibatkan 500 responden yang berusia antara 18-101 tahun ini menemukan bahwa 40 persen responden mengakui kecanduan internet. Kecanduan ini memiliki skala tertentu dari ringan hingga berat. Selain itu, dalam kelompok ini lebih dari 30 persennya lebih sering mengalami gejala flu dan demam dibandingkan mereka yang tidak terlalu kecanduan internet.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa gejala yang mereka alami merupakan dampak dari stres ketika mereka terputus dari dunia maya. Lingkaran stres dan tenang ini akan menimbulkan fluktuasi di dalam hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini yang berfungsi memengaruhi fungsi imun.

img_title Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pasca Bencana Sumatera Dikebut

Profesor Phil Reed dari Swansea University's College of Human and Health Sciences mengatakan, timnya menemukan bahwa pengaruh penggunaan internet pada kesehatan seseorang sangat beragam faktornya seperti depresi, kurang tidur, dan kesepian yang biasanya dialami oleh penggunaan internet yang sangat sering. Selain itu, kondisi tersebut diperparah dengan kesehatan yang makin memburuk.

Normalnya, waktu yang dihabiskan untuk online rata-rata adalah enam jam sehari. Namun, sebagian kecil orang menghabiskan hingga 10 jam sehari yang mayoritas digunakan untuk membuka situs media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebiasaan ini tidak berpengaruh pada gender seseorang. Namun, dalam penelitian tersebut partisipan pria dan wanita memiliki perbedaan prilaku dalam penggunaan internet. Wanita kebanyakan menggunakan internet untuk media sosial dan belanja. Sementara pria lebih memprioritaskan game dan pornografi.

"Hasil dari penggunaan internet ini, di luar dari stereotip gender, ataupun berhubungan dengan dampaknya pada fungsi imunitas. Tidak berpengaruh juga untuk apa Anda menggunakan internet itu. Namun, selama digunakan dalam waktu lama, Anda akan lebih rentan terkena penyakit. Bagaimana Anda terkena penyakit akan berbeda pada setiap orang, tergantung cara Anda menggunakan internet," kata Profesor Roberto Truzoli dari Milan University.

Ilustrasi Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan di Sanur, Bali.

Respons Menohok Wamenkes hingga Airlangga soal Rp200 T Lari ke Luar Negeri buat Berobat

Buntut mencuatnya narasi  2 juta orang Indonesia memilih berobat ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia dengan total pengeluaran mencapai Rp 200 triliun

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut