Kenali Gejala Saraf Kejepit dan Bahayanya

Ilustrasi tulang dan saraf manusia
Sumber :
  • Pixabay/spiritbunny

VIVA.co.id – Hernia Nucleus Pulposus atau lebih akrab disebut dengan istilah saraf kejepit, secara medis penyakit ini timbul akibat bantalan lunak antara ruas tulang belakang (soft gel disc) mengalami tekanan dan pecah, hingga terjadi penyempitan dan terjepitnya urat-urat saraf yang melalui tulang belakang.

img_title Hotman Paris Mundur Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Siapa Penggantinya?

Gejala yang sering timbul adalah rasa nyeri pada bagian pinggang. Tapi tidak semua nyeri pada pinggang merupakan saraf kejepit. Ada beberapa gejala lain yang menyertai dan harus diwaspadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harus ada gejala sarafnya, bisa komponen motorik, sensorik atau otonom (saraf yang bekerja tanpa disadari), dan tergantung letak kejepitnya," kata dr.Harmantya Mahadhipta,Sp.OT, dari Rumah Sakit Premier Bintaro, dalam acara media gathering 'Orthopaedic update in surgery', Kamis, 25 Agustus 2016.

img_title Apa Itu Saraf Kejepit L4 dan L5 yang Dialami Hotman Paris hingga Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah?

Lebih lanjut Harmantya menjelaskan,"Biasanya di pinggang, kalau ini ada rasa kesemutan. Harus ada rasa menjalar sesuai perjalanan saraf. Kalau di bagian leher, bisa bagian tangan yang kesemutan. Jadi harus memberikan gejala saraf, bukan nyeri pinggang biasa."

Saraf kejepit bisa terjadi pada semua usia, usia muda, dewasa aktif. Hal ini terkait dengan jenis pekerjaan dan beban yang harus ditanggung bagian tubuh tertentu.

img_title Hotman Paris Ungkap Kondisi Saraf Kejepit, Takut Lumpuh hingga Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah

"Bisa segala usia, usia muda, dewasa aktif. Karena beban pinggang, seperti sekretaris yang harus duduk selama delapan jam, atlet angkat besi," kata dokter di bagian Spine Center RS Premier Bintaro ini menjelaskan.

"Tapi bisa juga pada usia tua, ada faktor degeneratif. Dan kejepit bisa segala penjuru, dari depan, belakang, samping."

Agar tidak semakin parah, sebaiknya memeriksakan diri saat mulai merasakan gejala seperti dijelaskan Harmantyo berikut.

"Awalnya ada rasa nyeri dipikir rematik dibiarkan, lalu ada rasa kesetrum dibiarkan, lama-lama tidak bisa gerak sama sekali."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika terlambat menyadari gejalanya, bisa jadi operasi akan menjadi solusi akhir. Dan saat ini sudah ada teknik pembedahan dengan tindakan minimal invasive, disebut PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression.

Tindakan ini terbilang aman dan tidak memerlukan bius total, melainkan hanya pembiusan lokal di tempat jarum ditusukkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut