Bahaya Ponsel Pintar Bagi Jam Tidur Remaja

Ilustrasi smartphone dan teknologi 5G.
Sumber :
  • Pexels/jeshoots

VIVA.co.id – Dunia kini bisa digenggam hanya dengan sentuhan jari. Ya, perkembangan teknologi membuat ponsel pintar kini semakin canggih.

img_title Rajin Bersih-bersih di HP, tapi Lupa Jaga Keamanan Digital

Namun sayang, kecanggihan ponsel pintar justru bisa mendatangkan malapetaka pada pola tidur remaja.Ini merupakan hasil studi di Universitas Montreal. Hasil studinya menemukan ponsel merusak pola tidur remaja.
Dua jam sehari berbicara di telepon, mengirimkan pesan teks lewat SMS atau berselancar di internet melalui ponsel, ditemukan bisa meningkatkan risiko, remaja akan mengalami kekurangan jam tidur, kurang dari delapan jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya berselencar di ponsel pintar, menonton TV dan bermain video game juga bisa mempengaruhi pola tidur mereka. Karena hal ini, remaja yang tadinya tidak pernah memiliki pola tidur, mereka kini banyak mengalami masalah kurang tidur. Lebih sering bangun di malam hari, dan cenderung lebih mengantuk di siang hari dari generasi sebelumnya.

img_title 5 Smartphone Populer Siap Tampil Perdana di September 2026

Laman Daily Mail mengungkapkan, menurut sebuah studi baru ini, bukan kebetulan bahwa ini adalah pengaruh dari teknologi yang menjadikan remaja sebagai generasi media yang paling tergantung pada sosial media.

Para peneliti menemukan semakin banyak remaja berbicara di telepon, mengirim sms dan melakukan aksi di jejaring media sosial sebelum tidur. Ini yang menyebabkan pola tidur mereka memburuk.

img_title Membedah Realme C100, C100x, C100i: Spesifikasi dan Harga di Indonesia

Tapi media elektronik kini diakui para ahli, menjadi bagian yang lebih besar dari kehidupan remaja dan sering digunakan sebelum tidur. Hal ini juga diungkapkan oleh Jennifer O'Loughlin, seorang penulis dari Papers dalam jurnal Health Sleep dan peneliti di Universitas Montreal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mengeksplorasi hubungan antara waktu yang dihabiskan menggunakan media elektronik seperti video game, TV dan telepon dan jumlah tidur remaja, tim peneliti menganalisis data dari studi yang berbasis di Montreal yang melibatkan siswa SMA.

Mereka diminta mengisi kuesioner. Lebih dari 1.200 siswa berusia 14 sampai 16 tahun antara 2008 dan 2009 melaporkan seberapa sering mereka menggunakan media elektronik, termasuk menonton televisi, serta seberapa sering mereka lakukan kegiatan menetap lainnya seperti membaca, melakukan pekerjaan rumah atau berbicara di telepon.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut