Bergosip Ternyata Punya Manfaat Sehat

Remaja
Sumber :
  • Pixabay/Cheryl Holt

VIVA.co.id – Banyak yang mengatakan kalau bergosip adalah hal buruk. Tapi, sejumlah psikolog justru mengungkapkan bergosip tak selamanya berefek buruk tapi juga bisa menyehatkan.

img_title Pilihan Warna Sepatu Ternyata Bisa Menggambarkan Kepribadian, Apa Favoritmu?

Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian baru yang menemukan bahwa bergosip dengan teman baik untuk diri Anda, apapun kepribadian yang Anda miliki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebabnya adalah kadar oksitosin, atau yang disebut dengan hormon 'cinta', meningkat setelah seseorang bertukar gosip, dibandingkan bila hanya melakukan percakapan normal.

img_title Hamish Daud Akui Sering Beda Persepsi, Intip Kepribadian Raisa Berdasarkan Zodiak

Sejumlah peneliti dari University of Pavia di Italia melakukan penelitian pada efek gosip pada 22 wanita.

Peneliti utama Dr Natascia Brondino, mengungkapkan dia ingin melakukan penelitian akan efek gosip pada otak karena dia menyadari kalau dia merasa lebih dekat dengan teman wanitanya setelah bergosip bersama.

img_title Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Reputasi Anda!

"Saya mulai mempertanyakan apakah ada penyebab biokimia terhadap rasa kedekatan ini," ujar Dr Brondino seperti dikutip Daily Mail.

Kelompok peneliti ini menemukan bahwa otak wanita melepaskan lebih banyak oksitosin setelah bergosip. Sedangkan pembicaraan biasa seperti membicarakan tentang cuaca oksitosin yang dilepaskan lebih sedikit.

Oksitosin biasanya diproduksi saat melakukan hubungan seksual, karenanya hormon ini dinamakan dengan zat kimia berpelukan.

Sentuhan cinta lainnya, mulai dari memeluk boneka kesayangan hingga mengelus binatang peliharaan, juga memicu pelepasan hormon ini.

Para peneliti hanya meneliti wanita karena oksitosin juga bisa dilepaskan ketika seseorang terangsang secara seksual, dan dia tidak ingin subjeknya tertarik satu sama lain sehingga terlepaslah hormon ini.

Kata Dr. Brondino, keluarnya hormon ini dapat membuat seseorang menjadi lebih dekat setelah mereka bergosip.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam istilah evolusioner, para peneliti mengatakan gosip memiliki kegunaannya sendiri, termasuk membangun aturan dalam kelompk, menghukum penyusup, melatih pengaruh sosial melalui sistem reputasional, dan membangun serta menguatkan ikatan sosial.

Para peneliti juga menemukan kalau efek ini tidak berubah tergantung pada kepribadian seseorang. Karakteristik psikologi seperti empati, sifat autistik, stres, iri hati, tidak mempengaruhi peningkatan oksitosin dalam kondisi bergosip. Artinya, apakah Anda memikirkannya atau tidak, gosip tetap baik untuk otak Anda. (ren)

Ilustrasi port charger HP

Baterai Ponsel Merah tapi Tak Kunjung Cari Charger? Ternyata Ada Hubungannya dengan Cara Kamu Hadapi Masalah

Pernah melihat seseorang yang tetap asyik beraktivitas meski baterai ponselnya sudah menunjukkan angka 20 persen? Saat orang lain mulai panik mencari kabel pengisi daya.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut