Benarkah Brokoli Mampu Cegah Kanker Prostat?

Ilustrasi Brokoli.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Selama ini, brokoli memang dikenal sebagai sayuran hijau yang sehat dan membawa banyak manfaat. Selain rendah kalori, brokoli juga merupakan sumber mineral yang baik.

img_title Perubahan Saat Buang Air Kecil yang Tak Boleh Diabaikan Pria 45 Tahun ke Atas

Di balik semua itu, ternyata brokoli punya manfaat yang lebih luas. Menurut penelitian terbaru, Mengonsumsi sayuran seperti brokoli, yang tinggi sulforaphane, ternyata dapat menurunkan risiko kanker prostat. Kanker prostat sendiri adalah kanker tertinggi kedua secara global, yang dialami laki-laki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutritional Biochemistry ini menunjukkan bahwa sulforaphane, senyawa makanan dari brokoli yang dikenal untuk membantu mencegah kanker prostat, dapat bekerja melalui pengaruhnya jangka panjangnya, pada non-coding RNA (lncRNAs) dan menawarkan cara baru untuk secara khusus mencegah atau memperlambat perkembangan sel-sel ganas.

img_title Waspada Sebelum Terlambat! Obesitas dan 6 Faktor Lain Ini Bisa Picu Kanker Prostat

Salah satu jenis lncRNA, yang disebut LINC01116, dan diregulasi dalam garis sel manusia dari kanker prostat, dapat mengurangi pengobatan dengan sulforaphane, kata para peneliti, seperti dilansir dari laman Indian Express.

"Studi ini menunjukkan bahwa pengobatan dengan sulforaphane bisa menormalkan kadar lncRNA ini," kata Laura Beaver, Research Associate di Oregon State University di Amerika Serikat.

img_title Netanyahu Jalani Pemeriksaan di RS, Kondisi Kesehatannya Jadi Sorotan

Dalam studi ini, ketika LINC01116 terganggu, terjadi penurunan empat kali lipat dalam kemampuan sel kanker prostat untuk membentuk koloni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini mungkin berhubungan dengan lebih dari sekadar pencegahan kanker. Ini akan menjadi nilai yang signifikan jika kita bisa mengembangkan metode untuk lebih memperlambat kemajuan kanker, membantu menjaga kanker menjadi invasif," tambah Beaver.

Penelitian ini memperkuat gagasan bahwa lncRNAs adalah sebuah jalan baru yang menarik untuk penelitian kemoprevensi, dan bahan kimia yang berasal dari diet dapat mengubah pandangan mereka,

Ilustrasi buang air kecil.

Kenapa Aliran Urine Pria Melemah Setelah Usia 40 Tahun, Bahayakah?

Salah satu keluhan yang cukup sering dialami pria, terutama mereka yang berusia 40 tahun ke atas, adalah aliran urine yang terasa semakin lambat atau lemah.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut