Penularan Infeksi di Rumah Sakit Mencapai 40 Persen

Ilustrasi ruangan rumah sakit.
Sumber :
  • Pixabay/ TheShiv76

VIVA.co.id – Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa rumah sakit bisa menjadi sumber penyebaran infeksi. Infeksi nosokomial atau kini lebih dikenal dengan health care-associated infections, merupakan infeksi yang menjangkit tubuh pasien pada saat berada di rumah sakit dan dapat berkembang menjadi infeksi yang parah.

img_title 86 Rumah Sakit Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jabar, Ini Daftarnya

Menurut Sekretaris Umum Indonesian Infection Control Society (INASIC) dr. Ronald Irwanto, SpPD-KPTI, seseorang yang masuk ke rumah sakit sangatlah terpapar atau berpotensi terkena infeksi kuman di rumah sakit atau di fasilitas kesehatan manapun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di negara berkembang seperti Indonesia, prevalensi penularan infeksi meningkat hingga 40 persen. Bahkan, 50 persen bayi baru lahir yang terjangkit infeksi nosokomial memiliki tingkat probabilitas kematian lebih tinggi hingga 12-52 persen.

img_title Puluhan RS di Jawa Barat Sepakat, KDM Pastikan Warga Jabar Tetap Bisa Berobat meski di Luar Daerah Asal

“Ada empat besar infeksi yang terjadi yaitu ventilator assciated pneumonia, terjadi karena lama diventilator, infeksi salurah kemih karena pemakaian kateter urin, infeksi daerah operasi biasanya jahitan bekas operasi tidak kering-kering kemudian infeksi, dan infeksi aliran darah," ujar Ronald saat media briefing Hand Hygiene di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu 10 Mei 2017.

Meski demikian, penyebaran infeksi ini bisa dikurangi dengan menjalankan hand hygiene. Ronald mengatakan, hand hygiene menurut beberapa penelitian mampu menurunkan kemungkinan transmisi penyakit dari pasien ke pasien, atau dari tenaga kesehatan ke pasien.

img_title Dari Rumah Sakit hingga Laboratorium, Begini Perkembangan Industri Alat Kesehatan Tanah Air

Bahkan, tingkat efektivitas hand hygiene bisa mengurangi infeksi 50-90 persen.

Hand hygiene adalah kampanye yang digagas Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang merupakan suatu upaya atau tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan handrub yang mengandung alkohol sesuai dengan langkah-langkah sistematik yang ditentukan untuk mengurangi jumlah bakteri yang tersebar di tangan.

Ilustrasi sel kanker.

Dari Deteksi Dini hingga Pengobatan, Ini Tantangan Layanan Kanker di Kawasan Industri Bekasi

Dalam penanganan kanker, deteksi dini berperan penting karena jenis kanker, stadium saat ditemukan, serta kondisi pasien memengaruhi pilihan terapi dan prognosis.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut