Waspada, Polusi Udara Picu Serangan Jantung dan Stroke

Polusi udara di Kota Beijing, China.
Sumber :
  • REUTERS/Kim Kyung-Hoon

VIVA.co.id – Polusi udara, yang kerap terjadi di kota-kota besar, memicu tingginya angka penyakit yang berkaitan dengan pernapasan. Namun, siapa sangka, penyakit jantung juga bisa mengintai, kala polusi udara semakin memburuk.

img_title Penyakit Jantung Masih Jadi Ancaman, Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya

Polusi udara biasanya dikaitkan dengan penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan. Tapi, bahaya dari polusi udara juga dapat memicu serangan jantung yang memicu stroke.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat tubuh menghirup gas dan partikel berbahaya dari udara secara terus menerus, kemudian masuk ke tubuh lalu berjalan ke pembuluh darah dan menetap di sana. Akhirnya memicu peradangan secara sistemik," ujar spesialis paru, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), saat ditemui VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

img_title Udara Jakarta Memburuk, Ibu Kota Tempati Peringkat 2 Kota Paling Berpolusi di Dunia

Partikel berbahaya yang terhirup oleh tubuh, menimbulkan radang pada pembuluh darah. Jika dibiarkan menumpuk, maka bisa terjadi penyempitan pembuluh darah tersebut.

"Kondisi ini lama-lama memicu pembuluh darah menyempit. Setelah sekian lama, penyempitan itu membuat pembuluh darah menjadi kaku atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai aterosklerosis," papar Agus.

img_title Kualitas Udara Jakarta Minggu Pagi Masuk 3 Terburuk di Dunia, Warga Diminta Waspada

Penyempitan pembuluh darah, berdampak pada kurangnya oksigen yang mengalir ke seluruh tubuh. Sehingga, jantung dan otak yang seharusnya mendapatkan oksigen sebagai 'makanannya', harus kekurangan pasokan oksigen.

"Karena oksigen tidak lagi mensupply ke beberapa organ yang membutuhkan, bisa berisiko penyakit jantung koroner dan stroke. Sehingga masalah polusi udara ini tidak bisa dibiarkan," kata dia. (ren)

Ilustrasi operasi jantung.

Merasa Sehat tapi Tiba-tiba Kena Serangan Jantung, Dokter Ungkap Penyebabnya

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyebut pembiayaan penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke telah menyerap sekitar Rp23 triliun

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut