Gejala Awal Kanker Anak yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi.
Sumber :
  • pixabay/ jakobing85

VIVA.co.id – Angka kanker pada anak setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Hingga kini pun sebagian besar anak dengan kanker datang sudah dalam keadaan lanjut. Hal ini salah satunya dikarenakan masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya orangtua mengenai kanker pada anak.

img_title Patterns of Hope, Acara Kemanusiaan dari Generasi Muda Jakarta

Konsultan kanker anak RS Dharmais dr. Edi S. Tehuteru, SpA(K) mengatakan, masyarakat harus mengetahui apa yang harus diwaspadai sehingga gejala ditemukan dengan cepat dan cepat mengambil tindakan, serta cepat ke dokter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertama kita harus mengetahui jenis kanker anak ada apa saja. Secara garis besar, kanker pada anak saya bagi dua kelompok, kelompok padat dan cair," ujar Edi kepada VIVA.co.id.

img_title Anak Idap Kanker, Bagaimana Sikap Tepat Orang Tua?

Kanker padat, lanjut Edi, wujudnya adalah benjolan. Misalnya, ketika orangtua sedang memandikan anak kemudian diraba ada benjolan, curigalah terlebih dahulu jika itu kanker.

"Kalau kami di kedokteran, berpikir yang jelek dulu, jangan yang bagus. Lebih baik berpikir jelek, tapi akhirnya tidak apa-apa," imbuh Edi.

img_title Temukan 7 Gejala Kanker Anak, Ahli Sarankan Perawatan Paliatif

Kemudian kanker kelompok cair, contohnya adalah kanker darah atau leukimia. Yang perlu diwaspadai orangtua pada kanker jenis ini adalah wajah pucat pada anak. Kemudian mulailah curiga bila anak sering demam, atau demam muncul hanya dalam jarak seminggu saja.

Selain itu, perhatikan juga adanya perdarahan seperti mimisan atau ketika sikat gigi, gusi jadi berdarah. Periksa juga jika ada bintik-bintik merah di kulit, jika dua saja dari gejala tersebut muncul, jangan tunda untuk segera mengonfirmasi ke dokter.

"Kadang gejalanya bisa sama dengan penyakit infeksi. Seperti bintik-bintik di kulit bisa sama karena trombositnya rendah.Tapi, tetap mesti waspada dan konfirmasi dokter," ujar Edi mengingatkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Leukimia masih menjadi kanker paling banyak yang diderita anak-anak, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Di Indonesia, angka kanker yang masih tinggi salah satunya karena penyebaran informasi yang tidak merata hingga ke daerah terpencil.

Di samping itu, kesadaran orangtua akan kondisi penyakit yang ada pada anak juga masih sangat rendah. Edi mengatakan, sebagian besar orangtua menganggap jika buah hati mereka masih terlihat aktif, riang ketika bermain, artinya anak masih sehat. Meski terlihat tanda dan gejala sekalipun, hingga anak sudah terlihat lemas atau benjolan sudah besar, barulah orangtua panik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut