Alergi Sperma Masih Bisa Hamil, Ini Caranya

Ilustrasi Sperma
Sumber :
  • Pixabay/ TBIT

VIVA.co.id – Alergi sperma sering dikatakan sebagai salah satu penghambat kehamilan. Alergi sperma terjadi ketika seorang perempuan memiliki reaksi terhadap sistem imun internal terhadap protein yang ada dalam sperma pasangannya.

img_title Olahraga Ini Ternyata Punya Efek Besar untuk Kesuburan Pria, Kok Bisa?

Reaksi ini menyebabkan tubuh perempuan melawan dan melumpuhkan sel sperma yang masuk ke dalam serviks (leher rahim) dan uterusnya (rahim). Itu sebabnya, alergi sperma bisa menghambat kehamilan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk perempuan yang belum ingin hamil, reaksi alergi sperma ini bisa dicegah dengan cara meminta pasangan menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim. Penggunaan kondom saat berhubungan intim akan mencegah sperma masuk ke dalam vagina.

img_title Trump Murka ke China, Penyemprot Sperma di Stasiun Tanah Abang Dibekuk

Namun, umumnya istri akan menolak saat diminta melakukan hubungan intim tanpa kondom. Padahal jika terus terproteksi dengan kondom, sulit bagi pasangan untuk mendapatkan keturunan.

Ketika berkonsultasi, biasanya pihak medis akan menyarankan beberapa terapi untuk mengatasi alergi sperma. Dilansir dari laman Web MD  Senin 16 Oktober 2017, berikut ini beberapa terapi yang direkomendasikan untuk dilakukan.

img_title Tampang Pria Mesum Semprotkan Sperma ke Penumpang Wanita di Stasiun Tanah Abang

1. Terapi Steroid

Terapi steroid adalah cara menekan antibodi dengan obat-obatan. Terapi ini bisa dilakukan dengan cara oral, mengkonsumsi tablet atau suntikan.

2. Terapi Inseminasi

Terapi ini dilakukan bila kualitas sperma kurang baik. Caranya, sperma suami akan ditampung dan dilakukan pencucian di laboratorium. Setelah itu, sperma yang baik dimasukkan ke dalam rahim, sehingga sperma tersebut akan mencari sendiri sel telurnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Terapi Reproduksi

Dalam terapi reproduksi, cara yang dilakukan adalah menyuntikkan sperma langsung pada sel telur. Sel telur istri diambil dengan laparoskopi, kemudian sel sperma suami yang bergerak atau hidup, langsung dimasukkan ke dalam sel telur di laboratorium. Setelah itu, sel telur yang telah dibuahi sperma disuntikkan ke dalam rahim.

Ilustrasi sperma.

Donor Sperma dalam Islam, Bolehkah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Donor sperma makin populer seiring kemajuan teknologi reproduksi. Bagaimana hukum donor sperma dalam Islam? Simak penjelasan ulama, dalil, dan aturan di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
30 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut