Menu Kopi Campur Vodka, Gebrakan Baru Starbucks

Ilustrasi es kopi.
Sumber :
  • Pixabay/bcna9

VIVA – Bagi Anda pecinta kopi, ragam varian menu kopi selalu menjadi hal yang menarik. Kali ini, gerai kopi terbesar di dunia, Starbucks, kembali membuat gebrakan dengan menu Espresso Martini milik mereka.

img_title Australia Jadi Pasar Kopi RI, Nilai Ekspor Rp10 Triliun Dibidik dalam 3 Tahun

Dilansir dari laman Reader's Digest, Rabu 24 Januari 2018, sajian Espresso Martini merupakan secangkir kopi dengan paduan yang unik. Kombinasi sajian unik itu terdiri dari espresso, vodka dan sirup vanila.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minuman ini disajikan dalam gelas yang biasanya dipakai untuk menyajikan minuman martini. Tidak ketinggalan, bagian atas minuman dibubuhi dengan biji kopi espresso untuk membuat tampilan lebih menarik.

img_title Dongkrak Daya Saing dan Perluas Pasar Ekspor, Pemerintah Pacu Hilirisasi Perkebunan Kopi

Tapi, Anda harus merogoh kocek dalam untuk mendapatkan minuman unik nan seru ini. Anda harus memesan tiket pesawat terlebih dahulu untuk menjangkau sajian espresso ini.

Pasalnya, Espresso Martini hanya tersedia di gerai Starbucks yang ada di Seattle, Amerika Serikat. Tepatnya, hanya ada di gerai Starbucks Reserve Roastery di negara tersebut.

img_title Dari Aceh hingga Papua, Ini Kekayaan Kopi Indonesia yang Tak Banyak Diketahui

"Starbucks Reserve Roastery adalah satu-satunya lokasi Starbucks yang memiliki staf terlatih. Bartendernya memiliki kemampuan dalam memadukan campuran minuman kopi dan koktail," ujar salah satu staf Starbucks.

Minuman ini diklaim mampu menjadi penyemangat di pagi hari maupun untuk bersenang-senang di malam hari. Tapi, bagi penyuka kopi hitam, sebaiknya menyiapkan diri, karena Espresso Martini memiliki kecenderungan rasa seperti milkshake karena penggunaan sirup vanila. (ren)

Rumah berdaya

Di Tangan Penyintas Skizofrenia, Ampas Kopi Disulap Jadi Dupa

Di tangan para penyintas skizofrenia yang beraktivitas di Rumah Berdaya, Denpasar, ampas kopi yang biasanya dibuang justru diolah menjadi dupa bernilai ekonomi.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut