Kisah Sukses Sang Ratu Pisang Goreng

Nanik Soelistiowati, pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik.
Sumber :
  • VIVA/Rintan Puspitasari

VIVA – Jam masih menunjukkan pukul 10.00 WIB, tapi antrean di depan toko Pisang Goreng Madu Bu Nanik sudah cukup panjang. Memasuki toko, di sebelah kiri terdapat toko dengan makanan ringan yang berjajar rapi, serta lemari pendingin tempat menyimpan minuman, sementara di sisi kanan terdapat ruang cukup besar tempat puluhan penggorengan berjajar untuk menghasilkan pisang goreng terkenal itu.

img_title Ekonomi Digital Ubah Cara UMKM Cari Pembeli, Reputasi Online Kini Jadi Penentu Penjualan

Kesibukan sudah terlihat di sana sini. Seorang wanita cantik berkebaya juga tampak sesekali sibuk memantau pekerjaan karyawan, dan bahkan sempat bersenda gurau dengan pelanggan hingga driver ojek online yang tengah menjemput pesanan pelanggannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambutan hangat dari pemilik pisang goreng madu terkenal tersebut sama manisnya dengan sepotong pisang goreng madu yang disajikannya bersama sebotol kopi grass jelly.

img_title Punya Modal Rp3 Juta? Ini 18 Ide Bisnis Kuliner yang Bisa Bikin Cuan dari Rumah

Sukses menjadi ratu pisang goreng, usahanya ini ternyata dimulai secara tidak sengaja. Nanik Soelistiowati, sang pemilik yang sebelumnya selama bertahun-tahun terjun di bidang katering dan menyediakan katering untuk karyawan beberapa hotel bintang empat dan lima di kawasan Jakarta, tiba-tiba saja beralih dan fokus berjualan pisang goreng.

Ternyata, itu berawal dari perasaan tak tega membuang pisang-pisang kurang bagus yang ditolak hotel pelanggan kateringnya. Ia pun menggoreng pisang-pisang tersebut untuk dikonsumsi sendiri.

img_title Penampakan Ikan Teri Hingga Capcay Pinkan Mambo, Satu Box Dijual Rp250 Ribu

"Mereka (hotel) kritis banget. Kalau pisangnya enggak bagus, enggak mau ambil. Sayang kalau dibuang, saya goreng, dimakan saya,” ujarnya saat ditemui di Toko Pisang Goreng Madu Bu Nanik di Jalan Tanjung Duren Raya No. 67, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat, 20 April 2018.

Ia lantas memutar otak agar sang ibu yang merupakan penggemar pisang  goreng dan menderita penyakit diabetes bisa ikut mengonsumsi pisang goreng tadi.

“Kalau orang Jawa biasanya penggemar pisang goreng, ibu saya ada diabetes. Kalau makan pisang, gulanya langsung tinggi. Terus gimana kalau enggak pakai gula, hambar rasanya. Saya tiap pagi minum teh sama madu. Nah, kita kasih madu sedikit, mereka suka dan hasilnya lebih bagus," kata Nanik.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dibilang Pisang Gosong

Pisang buatannya tak lantas digemari begitu saja. Karena tampilannya yang hitam seperti gosong, membuat orang sempat berpikir negatif. Bahkan tak sedikit yang menjuluki pisang gorengnya dengan 'pisang gosong'. Padahal warna coklat kehitaman pisang gorengnya karena madu di dalamnya terkaramelisasi saat dimasak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut