Wow, di Bandung Ada Resto Jepang Halal Bernuansa Ramadan
- Instagram @bandungfoodsociety
VIVA – memilih tempat untuk berbuka puasa bukan cuma mempertimbangkan lokasi dan restorannya. Makanan pun menjadi faktor penentu yang paling penting. Nah, jika Anda warga Bandung, Jawa Barat yang punya rencana mengadakan buka bersama alias bukber, namun belum tahu ingin mengadakannya di mana, restoran satu ini bisa jadi pilihan.
Royal Kashimura Japanese Shabu and BBQ akan memberikan pengalaman sensasional buka puasa, yakni dengan menikmati shabu-shabu, hidangan berkuah hangat yang lezat ala Jepang. Tak perlu khawatir, karena restoran ini telah mengantongi sertifikasi halal.
Menariknya, restoran yang dibuka pada Maret 2018 tersebut punya konsep yang berbeda, yakni ramah dengan umat Muslim, dengan menawarkan fasilitas yang memudahkan bagi para pengunjung yang berbuka puasa, tetapi tidak melewatkan waktu salat, khususnya tarawih yang kerap terlewatkan ketika berbuka puasa di luar rumah.
Owner Kashimura, Angga menjelaskan, gagasan awal didirikannya restoran Jepang dengan konsep Ramadan ini bertujuan menarik sebanyak-banyaknya pencinta kuliner yang berbuka puasa namun tetap bisa menunaikan kewajibannya. Selain fasilitas ibadah, Kashimura juga memberlakukan tarif atau harga yang dikawal ketat dengan aturan Syariat Islam.
"Awalnya memang konsep pertama untuk bikin wadah penggemar kuliner Bandung, Jawa Barat, Jakarta. Kami punya cita-cita, punya destinasi baru supaya penggemar restoran Jepang ini (dilayani) dengan tata cara penyajian dan akad dengan cara yang halal," ujar Angga di Kashimura Japanese Shabu and BBQ di Jalan Lombok, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 23 Mei 2018.
Angga menuturkan, pihaknya menyajikan makanan impor seperti American Beef, Australian Beef, Japanese Beef (wagyu) serta makanan laut. Semua bumbu yang disediakan juga dijamin 100 persen halal bagi pengunjung Muslim.
"Bisa merasakan sajian makanan yang betu-betul dari mulai penyajian sampai akad (pembayaran) berdasarkan syariah. Termasuk juga pemilihan bahan makanan, itu juga penting. Pertama impor dagingnya dari US, Australia, Jepang," katanya.
Menurutnya, penyediaan makanan yang tersertifikasi halal dilakukan dengan cara cermat dalam memilih distributor.
"Saya sortir bahwa sertifikasi halal ini harus ada. Tapi kalau enggak ada kami lakukan penelitian dulu, maka saya ambil garis amannya, yang ada sertifikasi halalnya dari semua item di sini ada 223 makanan, bumbu dan lainnya ada sertifikasi halal," tuturnya.