Alasan Konsumsi Kecap Harus Dibatasi

Ilustrasi kecap manis
Sumber :
  • Pixabay/PublicDomainPictures

VIVA – Kecap adalah produk fermentasi kedelai. Rasanya yang manis dan gurih seringkali menjadi salah satu bumbu wajib yang ada di beberapa jenis makanan. Namun, tak sedikit yang berasumsi bahwa mengonsumsi kecap dapat berdampak kurang baik pada tubuh.

img_title Penyakit Ginjal Sudah Ditemukan pada Usia 15 Tahun, Cek 7 Tanda yang Tak Boleh Diabaikan!

Rasa lezat yang dihasilkan dari penambahan kecap ke dalam masakan sebenarnya adalah MSG alami yang terbentuk dari proses fermentasi. Karena proses fermentasi ini, struktur protein di dalam kedelai terpecah-pecah menjadi berbagai macam asam amino. Berbagai asam amino ini bercampur dengan garam yang ditambahkan, membentuk kandungan umami yang tinggi sekali dan tercipta rasa gurih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ternyata rasa gurih terjadi karena kecap memiliki MSG alami dalam proses fermentasi kedelai dan penambahan larutan garam (brine). Selain memberi rasa gurih, MSG ini juga berperan sebagai bahan pengawet agar kecap lebih tahan lama.

img_title Merasa Sehat di Usia 40? Waspadai Deretan Penyakit yang Bisa Muncul Tanpa Gejala

"Karena MSG di kecap mengandung komponen garam, maka pemakaiannya harus dibatasi. Sebaiknya hanya untuk bumbu di dapur saja agar konsumsinya tidak berlebihan," ujar spesialis gizi klinis, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi,SpGK., dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Kamis, 23 Mei 2019.

Juwalita juga menyarankan pemakaian sendok makan untuk menakar kecap. Disarankan agar membatasi kecap hanya 2 sendok makan dalam sehari (baik sebagai bumbu masakan di dapur atau penambahan pada makanan di piring).

img_title Kenapa Pria Makin Sering Buang Air Kecil Setelah Usia 40? Bahayakah?

"Maksimal 2 sdm bagi yang tidak memiliki riwayat diabetes. Sementara untuk yang memiliki riwayat diabetes, cukup 1 sdm kecap dalam sehari," kata dia.(nsa)

Ilustrasi diabetes/cek gula darah.

Jangan Hanya Tahu Angkanya, Gula Darah Juga Perlu Dikendalikan

Mengetahui kadar gula darah penting bagi penyandang diabetes. Namun, pengelolaan gula darah sebenarnya tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa angkanya pada satu waktu

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut