Waspada, Ini Ciri Daging Ayam Tiren dan Berformalin

Daging ayam.
Sumber :
  • Pixabay/RitaE

VIVA – Daging ayam menjadi sumber protein yang disukai masyarakat karena harganya yang murah dan mudah diolah. Tingginya permintaan daging ayam di pasaran terkadang tidak menutup kemungkinan membuat sejumlah pihak melakukan tindakan tidak terpuji.

img_title Harga Beras, Minyak Goreng hingga Daging Ayam Kompak Naik, Cek Daftar Lengkapnya

Tidak sedikit orang 'nakal' yang sengaja menjual daging ayam bangkai (tiren) atau bahkan daging ayam berformalin. Maka dari itu, penting bagi kita mewaspadai hal tersebut. Lalu, bagaimana kita mengetahui ciri dari ayam tiren atau ayam berformalin?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca Juga: Ayam Broiler vs Ayam Kampung, Mana yang Lebih Baik?

img_title Harga Beras Naik Meski Cabai, Telur dan Daging Ayam Turun, Simak Daftar Lengkapnya

Dalam virtual conference JAPFA  bertajuk ‘Daging Ayam Sebagai Sumber Protein Hewani: Fakta dan Hoaks’, diungkapkan tips mengetahui daging ayam tiren dan berformali oleh oleh Ahli Kesehatan Masyarakayat Veteriner dari IPB, Dr.drh. Denny Lukman, M.Si. Berikut ini di antaranya.

1. Perhatikan sayap ayam

img_title Harga Daging Ayam & Bawang Putih Naik Meski Bawang Merah Turun, Cek Daftar Lengkapnya

Photo :
  • Freepik/freepik

Dijelaskan bahwa pada ayam tiren, pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna biru kehitaman karena berisi darah.

2. Perhatikan permukaan karkas

Photo :
  • Pixabay/RitaE

Permukaan karkas ayam tiren biasanya terlihat warna kemerahan seperti memar.

3. Perhatikan pembuluh darah di kulit

Photo :
  • U-Report

Pembuluh darah kapiler pada ayam tiren terlihat jelas merah kehitaman pada daging terutama di potongan saluran nafas (trakea), saluran makan (esofagus) dan pembuluh darah terisi darah dan berwarna kehitaman atau gelap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan untuk ciri-ciri dari ayam berformalin, kata Denny, dapat diketahui dari permukaan kulit ayam. Dia menjelaskan bahwa ayam berformali, jika dicubit bagian kulitnya, maka kulit tidak kembali ke semula dan kulit terlihat kaku.

Maka dari itu, Denny menjelaskan untuk membeli daging ayam di kios resmi serta pilih daging ayam yang telah mendapat sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner), karena telah dijamin higienitas dan sanitasinya.

Pedagang daging ayam di pasar tradisional.

Mendag Jaga Harga Daging Ayam di Rp 40 Ribu Per Kg demi Konsumen & Peternak, Ini Alasannya

Mendag Budi mengatakan, pemerintah akan menjaga harga daging ayam agar tetap stabil & mendekati harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen sebesar Rp 40 ribu per kg.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut