Rindu Liburan, Cobain 5 Camilan Seru dari Negeri Sakura

Karinto
Karinto
Sumber :
  • Wikipedia

VIVA – Sudah sejak lama, Jepang memiliki beragam camilan khas yang menarik dan cocok di lidah masyarakat dunia. Kombinasi rasa yang dianggap tak masuk akal, justru mampu mendobrak dunia kuliner negeri sakura tersebut sehingga membuat makanan ringannya kian populer.

Meski saat ini jajanan khas Jepang begitu beragam, beberapa camilan tradisional ternyata tetap menarik minat wisatawan. Apa saja camilan khas negeri sakura yang patut dicoba? Berikut daftanya dikutip dari laman Do You Know Japan.

Karinto

Ini adalah makanan ringan tradisional Jepang dari tepung dan gula merah. Bentuknya lonjong kecil dan berwarna cokelat, dengan tekstur yang lembut. Jika dilihat sekilas, bentuknya mirip seperti kurma. Rasanya manis, dibuat terutama dari tepung, ragi, dan gula merah yang digoreng.

Kempi

Ini adalah makanan ringan tradisional Jepang yang berasal dari ubi jalar. Mereka adalah potongan manisan ubi jalar, menyerupai kentang goreng dalam penampilan, tetapi rasanya manis dan keras. Tentunya, ini lebih sehat dibanding kentang goreng yang biasa dijajakan di era ini.

Agemochi

Ini adalah makanan ringan tradisional Jepang yang terbuat dari mochi goreng (nasi ketan). Mochi kering biasanua dipecah menjadi potongan-potongan kecil, sekitar 1 cm potong dadu, dan digoreng. Wah, pas banget dicemilin buat anak-anak ya!

Arare

Ini adalah makanan ringan tradisional Jepang dengan tekstur yang crunchy. Arare adalah sejenis kerupuk Jepang berukuran kecil yang terbuat dari beras ketan dan dibumbui dengan kecap. Rasanya manis dan gurih sehingga pas menemani sajian makanan utama.

Monaka

Ini adalah manisan tradisional Jepang yang terbuat dari selai kacang azuki yang diapit di antara dua wafer tipis yang terbuat dari mochi. Warna mochi yang beragam membuat sajian ini terlihat lebih menarik.

Jajanan Jepang sangat populer terutama di kalangan wisatawan, yang membeli banyak dan membawanya kembali ke negara mereka, termasuk Indonesia. Hal ini membuat founder Kanemochi, yang lama tinggal di Jepang, melihat potensi dari banyaknya orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Jepang, namun banyak mengalami kesulitan ketika ingin membawa oleh-oleh saat hendak pulang ke Indonesia. 

"Mulai dari cara membawa oleh-oleh yang ribet, biaya pajak dan bea cukai yang mahal, over capacity bagasi pesawat, hingga tak adanya waktu membeli karena hampir tiap hari dihabiskan untuk bekerja dan lebih di pabrik sebagai Kenshusei," tulis keterangan persnya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pembeli dan peminat Kanemochi semakin banyak. Bahkan para Sahabat Kanemochi, sebutan penggemar Kanemochi, bukan hanya mereka yang ada di Jepang saja, tetapi juga yang ada di Indonesia.

Akhirnya, Kanemochi berinisiatif untuk melebarkan sayap penjualannya ke seluruh penjuru Indonesia. Dengan harapan seluruh pecinta Jepang dimanapun mereka berada bisa menikmati keunikan dan keunggulan semua varian produk Kanemochi yang semakin hari semakin bertambah banyak dan berkualitas.

 

"Tak ada lagi alasan terbatas jarak, waktu, biaya atau keadaan, karena mereka tetap bisa menghilangkan rasa rindu tanpa berkunjung ke negara-negara tersebut dengan memiliki barang-barang khas negara yang diminatinya," imbuh keterangan persnya.