Duh, Makan Daging Terlalu Matang dan Gosong Picu Kanker

ilustrasi daging sapi.
ilustrasi daging sapi.
Sumber :
  • Pixabay/Gurkanerol

VIVA – Rasa yang lezat dan menggoyang lidah kerap menjadi sensasi usai melahap seporsi daging steak atau daging dari restoran All You Can Eat. Apalagi, tak sedikit yang menyukai daging yang sangat matang lantaran teksturnya yang renyah. Tetapi, ada bahaya di balik kelezatan itu.

Ya, sel abnormal atau sel kanker bisa timbul dan menyebar akibat mengonsumsi daging steak yang dimasak terlalu matang. Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr. Feni Nugraha SpGK, menuturkan bahwa kondisi terlalu matang yang berbahaya itu dimaksudkan dengan tambahan beberapa area yang gosong.

"Karena daging terlalu matang akibat suhu tinggi dan durasi lama dipanggang terbentuk zat karsinogenik. Amina heterosiklik (HCA) terbentuk di daging dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) terbentuk. Sifatnya memicu risiko kanker," ujar Feni dalam acara Hidup Sehat Plus, tvOne baru-baru ini.

Ilustrasi daging/Korean BBQ.
Photo :
  • Freepik/topntp26

Ilustrasi daging/Korean BBQ.

Menurut Feni, zat kimia HCA merupakan asam amino yang ada di dalam daging merah. Namun ketika dimasak berlebihan, bahkan hingga gosong, bisa berubah membahayakan tubuh. Hal serupa juga pada PAH yang terbentuk ketika lemak mengenai bakaran.

"Enggak boleh sampai gosong. Zat gizi sama. Bagian gosong aja yang bahaya," tuturnya.

Untuk itu, Feni menyarankan agar mengonsumsi daging merah dibatasi sebanyak 350-500 gram dalam sepekan sebagai upaya mencegah kanker. Artinya, itu tidak lebih dari 3 porsi sajian per minggu. Selain itu, cara lain mencegah kanker adalah dengan membuang area yang gosong dan memarinasi daging sebelum dibakar.