4 Filosofi Pempek yang Jarang Diketahui, Ternyata Memiliki Makna

Pempek
Pempek
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Indonesia terkenal dengan ragam kulinernya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tiap daerah memiliki cita rasanya masing-masing, tak terkecuali daerah di bagian Selatan Sumatera. Siapa yang tidak mengenal pempek? Makanan khas Palembang ini terbuat dari olahan ikan dan tepung, lengkap disajikan dengan kuah cuko.

Tidak heran, pempek menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia karena kelezatan dari perpaduan rasa gurih, manis, dan asam dari kuah cuko dalam satu gigitan saja. Dibalik kelezatannya, ternyata pempek memiliki filosofi yang jarang diketahui banyak orang, lho. Mulai dari tekstur, bentuk, hingga rasa pempek memiliki makna mendalam yang bisa menjadi pelajaran dalam menjalani hidup.

“Pempek merupakan salah satu makanan Indonesia yang tetap eksis di tengah maraknya kuliner internasional. Tingginya minat masyarakat akan kuliner khas Palembang ini juga membuat Pempek Ny. Kamto dapat terus menjaga eksistensinya selama hampir 38 tahun. Dengan mempertahankan cita rasa yang lezat, kami terus beradaptasi untuk menyesuaikan perubahan zaman,” kata Imam Santoso, pemilik Pempek Ny. Kamto  dalam siaran pers ShopeePay.

Tak hanya dapat dinikmati kelezatannya, berikut adalah empat filosofi pempek yang dapat menjadi acuan untuk menjadi pribadi yang positif.

Tekstur kenyal sebagai simbol fleksibel dan dinamis

Pempek memiliki tekstur kenyal yang berarti bahwa hidup harus luwes dan peka terhadap perubahan. Zaman yang terus berkembang menuntut tiap individu untuk terus beradaptasi dengan perubahan ke arah yang lebih positif. Jika kamu menguasai kedua hal tersebut, tentu akan memudahkanmu dalam menjalani kehidupan yang terus berubah seiring berkembangnya zaman.

Cita rasa pempek melambangkan keseimbangan hidup