Daftar Makanan 'Haram' Tapi Sehat

spagheti
Sumber :
VIVAlife - Berat badan ideal sepertinya tak perlu lagi ditawarkan. Semua orang berlomba untuk mendapatkan tubuh sehat dengan bentuk menarik. Tidak hanya pembicaraan di kalangan wanita, pria pun kerap membicarakan menu diet. sederet makanan pun menjadi "haram" karena dianggap membuat tubuh melar.
img_title Pernyataan Berkelas Megawati Hangestri jelang Liga Voli Korea 2026/2027

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebut saja makanan dengan kandungan lemak dan karbohidrat yang kemudian dicoret dari daftar konsumsi harian. Padahal menurut Rania Batayneh, ahli gizi dan penulis buku the Diet 1:1:1, dua bahan ini tetap diperlukan untuk diet seimbang. Dilansir iVillage, berikut jenis makanan sehat yang sebenarnya tidak perlu dihindari dalam diet.
img_title Sassuolo Mendadak Dapat Kabar Gembira Jelang Hadapi Klub Milik Orang Kaya Indonesia

Pasta
img_title Layar HP Bergerak Sendiri Saat Dicas? Gangguan Ini Bisa Berasal dari Hal yang Tak Terduga
Makanan sumber karbohidrat dan gluten ini paling minim dikonsumsi dengan alasan mencetuskan kegemukan. Rania Batayneh, menjelaskan bahwa pasta sebenarnya tinggi asam folat, zat yang dibutuhkan untuk kesehatan otak. Selain itu pasta juga memiliki indeks glikemik normal, yakni 41. Jumlah yang hampir sama dengan satu buah pir, dan lebih rendah dari berbagai jenis roti.

Mentega
Para ahli gizi pun merekomendasikan mentega dalam menu diet. Mentega dikatakan memiliki lemak jenuh seperti yang ada pada daging merah dan keju. "Mentega yang terbuat dari sapi pemakan rumput, mengandung  asam linoleat tinggi yang dibutuhkan untuk kesehatan jantung dan penurunan berat badan,” papar Batayneh. Ia menambahkan bahwa mentega juga memiliki kandungan vitamin K2 yang mampu meningkatkan  sistem saraf dan fungsi kardiovaskular

Keju
Seperti halnya mentega, keju juga memiliki lemak jenuh tinggi dan kandungan kalori. Namun demikian Anda tetap harus mengkonsumsinya secara seimbang. Nutrisi dalam keju seperti kalsium dikemas dengan kandungan vitamin A, B12, riboflavin, seng, dan fosfor. Protein hewani dalam keju sendiri dikaitkan dengan pencegahan kanker, dan penurunan nafsu makan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Susu cokelat 
Susu cokelat yang dibuat dari campuran susu rendah lemak dan cokelat memiliki rasio ideal karbohidrat dan protein 3:1 untuk pemulihan kesehatan otot tubuh setelah Anda beraktivitas sepanjang hari. Selain kesehatan otot, kalsium dan natrium yang dimiliki susu cokelat juga baik untuk tulang. Penelitian dari University of Texas di Galveston mengungkapkan bahwa susu dikaitkan dengan penurunan resiko kanker usus besar, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut