Stevia, Semanis Gula namun Lebih Sehat

Daun stevia.
Sumber :
  • YouTube

VIVA.co.id – Jika selama ini kita mengenal gula berasal dari tebu atau jagung, kali ini Anda harus tahu masih ada satu tumbuhan lain yang bisa dijadikan bahan baku pemanis. Bahkan tumbuhan ini diklaim sebagai pemanis yang sehat, meskipun rasa manisnya hampir sama dengan manis gula pasir yang biasa kita konsumsi.

img_title Bantu Kembangkan Perkebunan Tebu Rakyat, Mentan Amran Pede Produksi Gula Nasional Makin Meningkat

Stevia, adalah nama tumbuhan tersebut. Daunnya diolah menjadi pemanis pengganti gula oleh pelaku industri makanan sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Susana, Head of Nutrifood Research Center mengatakan bahwa konsumsi daun stevia tengah menjadi tren di berbagai kalangan masyarakat. Pemanis berbahan dasar daun ini diklaim memiliki kadar kalori yang rendah.

img_title Jangan Langsung Setop Gula! Dokter Ungkap Cara Aman Kurangi Kebiasaan Makan Manis

"Salah satu bahan baku untuk produk makanan sehat yang sedang tren saat ini adalah daun stevia. Daun ini memiliki potensi besar sebagai bahan pemanis alami untuk dapat memenuhi kebutuhan industri gula rendah kalori di indonesia," ujar Susan di Senayan, Jakarta, Kamis 2 Maret 2017.

Sebenarnya daun ini bukan barang baru. Susan mengatakan, daun ini sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu di Malaysia, China dan Amerika Serikat sebagai pemanis. Baiknya adalah daun ini bisa tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia.

img_title Harga Beras dan Gula hingga Daging Sapi Kembali Naik, Cek Daftar Lengkapnya

"Ini salah satu potensi, kita punya lahan luas, iklim sesuai untuk tanaman ini," kata dia.

Potensi tersebut dilihat Susan dari peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Salah satunya melalui pemilihan bahan makanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ia mengatakan bahwa untuk mengembangkan budidaya stevia, butuh kerja sama yang sejalan antara pemerintah, petani, peneliti dan masyarakat.

"Tentunya tidak hanya petani yang menanam. Ke belakangnya peneliti juga harus campur tangan, karena kalau daunnya saja mungkin tidak tahan lama, bagaimana rasa manisnya enak karena ini ada aftertaste pahitnya," kata Susan. (ren)

Seorang ibu rumah tangga memilah cabai merah di pasar swalayan.

Harga Cabai hingga Telur Ayam dan Gula Kembali Naik, Cek Daftar Lengkapnya

PIHPS Nasional BI melaporkan bahwa harga cabai merah besar naik Rp 1.350 di Rp 52.250 per kg, diikuti harga cabai merah keriting yang naik Rp 4.400 ke Rp 57.650 per kg.

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut